Search This Blog

Wednesday, January 9, 2019

Minimalism of Life

5:50 p.m
i'm outside. for the very first time blogging outside. not using my laptop, the wifi isn't works well. as i expected before touchscreen smartphone is not that good for blogging, i mean the typing 'experience'. it's great when using physical keyboard than virtual one.

it's still raining. people are ordering their grab car/go-car, the most popular online transportation service in the city. and the sky is getting dark now. still. been here since 2:30 p.m, plaza Balikpapan. i'm heading another mall now, no, only in my head because my friend's stuck at her office either.

i found a name 'sasaki' on one of gramedia's bookshelves. remind me of minimalist concept i've read before. that's one of my lifetime goals; have my own bedroom, small and minimalist one.

i also found a name 'babauta', an author of 52 Changes.

Monday, January 7, 2019

Go-Food Festival Balikpapan

Sunday, January 6th 2019

Hai! Nggak terasa udah tahun baru, i didn't really celebrate it but pray for a good thing. And i think i don't need to make any goals, because my previous one is still outstanding lol. Just like the other weekend escapes. I went out alone and suddenly picking Ayu up from the clinic and near to it, there's a food festival. Go Food festival at Fantasy Mall. I think it was a big festival and i love the interior. Too crowd but worth it. 50% cashback if you use Go-Pay for 1 time shop/valid idk, jadi dapat cashback 50% dengan go pay berlaku untuk 1 kali pembelian ditempat yang sama. 

Dan untuk merayakan pergantian tahun yang gak rame-rame amat, i got a new phone. The cheap one again. idk. i can't be selfish. I understand that we are being adult, gotta pay this and that. so i can't really grant my own wishes for now. So, yeah Xiaomi. Redmi 1S, 2A, 3X, 4A, 5A, and now, Redmi 6A. Berurutan. Nailed it. Daripada malu pake hp murah, mending duitnya untuk kebutuhan mamah. And ofcourse, it's more than enough. Xiaomi gave me a very good experience since 4 years ago~ Maximizing minimalist thing. 

So, from now on, at least for 2019.. all my post/photo will be taken by the 6A. Have a nice day!






Tuesday, December 18, 2018

5 Years Goals by Tyas Alfisa

5 Years Goals, released
18 December 2018, 5:45 PM
Baru aja cuci piring, sendok dan panci yang ku pake buat masak mie. Bikin secangkir kopi instan panas. I swear I want to stop to drink instant coffee. I swear I know it’s not good. Tapi nggak sering, paling sebulan cuma 2 atau 3 kali. Nanti, bulan Januari aku bakal beli kopi bungkusan di Excelso atau tempat lain, pokoknya yang langsung seduh. Seenggaknya lebih aman daripada kopi instan. Ada suara samar, menggema dari rumah sebelah. Kayaknya lagi nonton sinetron yang di Indosiar itu, yang backsoundnya depressing. Aku beralih ke Google Chrome, cari album indie yang bisa di download tapi nggak nemu. Aku berakhir ke Soundcloud karena bosan ke Spotify mulu. Ke alamat soundcloudku sendiri, scroll sampe kebawah. 5 tahun lalu. Klik, diputar. Ingat banget tahun 2014 aku bimbang sekaligus ambil keputusan untuk tetap main musik, main gitar. Dan satu lagi, nyanyi. I swear, keraguan selama 5 tahun ini sudah aku lewati. Sampe di titik ini, aku nggak pernah nyesal. Aku beneran mau hidup dimana mimpi dan kenyataan nggak jauh beda. Lagi belajar, mulai untuk konsisten. Konsisten sama niat dan tujuan awal. Nggak muluk. Cuma mau buktiin kalo nggak bakal ada yang sia-sia. Bagiku musik itu ilmu. Alat musik itu alat untuk belajarnya. Nggak ada hal di bumi ini yang berdosa, kecuali niat dan tujuannya memang gitu. Aku sudah cukup berkeraguan kayak gitu. Siapapun kamu yang pernah bilang jalan hidupku dan pilihanku salah, nggak papa. Impian tetap impian kalo nggak di eksekusi. Tugasku bukan untuk membenarkan pendapat dan pikiran orang lain. Tapi mengurusi diri sendiri, biar bisa bantu orang lain. Tapi tunggu, I don’t feel sorry. This is life. This is a real life.


Saturday, December 15, 2018

Isyana Sarasvati ft. Rara Sekar - Luruh Chord



C F          C F
Lu luruh, seluruh harapku
C F           C F
Lu luruh, semua janjimu
Am      Am/G#     Am/G      D/F#   Fm
Ketika jalanku dan jalanmu
                   C  F
Tak bertemu

C F C F C F

C F
Tuh Runtuh
C F
Seluruh maknaku
Am      Am/G#     Am/G      D/F#   F
Ketika inginku dan inginmu
                  C  F
Tak menyatu

C                          F
Didalam pusaramu
C                          F     Am       G       D/F#
Adakah ruang untuk, kau dan aku mengarung
                                       C  F
Mencari titik temu, temu..

C F
Kau dan aku, luruh
C F
Kau dan aku, luruh
C F
Kau dan aku, luruh

Am      Am/G#     Am/G      D/F#   F
Ketika inginku dan inginmu
                  C  F
Tak menyatu

A   C     E    A     C   E
Adakah jalan 'tuk kita  aa
A   C     E    A   C      E
Adakah terang di ujung kelam
C             C
  Tenggelam di lautan
Am/C          C   C
  Pikiran dan amarahku
              C
  Tenggelam di samudera
Am/C          C
  Terhempasku tak menentu

[Outro]
C       F  C    F
Lu.. luruh seluruh harapku
C       F  C   F      Fm
Lu.. luruh semua janjimu
C       C    G
Lu.. luruh
   C
Luruh
C       Fm
Kau dan aku

Friday, December 14, 2018

Korban Jiwa Karna Tidak Aman

Saya prihatin dengan berita yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Terutama di kota sendiri, Balikpapan. Kota yang dicap sebagai kota aman, beriman. Kota dengan angka kriminalitas yang rendah. Tentram. Kenapa dalam 7 tahun tinggal disini, malah semakin mengkhawatirkan. Banjir contohnya. Belum lagi kasus pembunuhan yang amat mengerikan bagi kami yang terbiasa merasa aman. Lalu kasus bunuh diri. Seputus asa itukah kota ini ? Sampai sampai nggak nemuin lagi alasan untuk melanjutkan hidup. Banjir. Tadi malam hujan deras sekali, saya liat di instagram beberapa video banjir yang semakin bertambah titik banjirnya. Yang dulu ngga banjir, sekarang banjir. Jujur saya takut kalo berkendara diluar tiba-tiba hujan deras lalu air menggenang. Tahun lalu, saat saya masuk di hari pertama kerja. Seharusnya datang rapi, bersih, kering, malah berakhir basah, baju dan celana saya kumal karna memakai jas hujan, belum lagi macet karena banjir. Kalau perusahaan tidak acc, bisa-bisa hari pertama saya kacau. Hidup ini bisa bergantung pada keberuntungan. Saya bisa dibilang beruntung karna jam induksi nggak secepat yang saya kira, jadi saya nggak telat hari itu. Tapi tetap aja, berada di ruangan berAC, baju dan celana belum kering dapat mengancam kesehatan. Saya tidak pernah menyalahkan hujan TAPI BANJIRNYA. Sangat mengerikan membayangkan terbawa arus saat banjir. Banyak sekali korban jiwa akibat banjir. Entah itu karna takut telat, jadinya menerobos banjir. Terseret arus. Yang saya tau, tahun ini kasus kematian karna terseret arus banjir ada 4 korban jiwa. 1 remaja, 3 anak-anak. Dan 2 diantaranya baru aja terjadi di bulan ini, Desember 2018, di tempat yang sama. Yaitu parit besar dekat ex Puskib, dulu saya tinggal didekat sana selama 6 tahun. Saya ingat banget dulu kalo kuliah pasti lewatin parit besar itu. Ada banyak jembatan kayu yang menghubungkan gang ke trotoar. Saya phobia lubang dan ketinggian. Dulu saya juga kuliah pake sepatu berhak agak tinggi, setiap hari, karna jaraknya dekat. Sudah pasti kalau hujan, arusnya deras, seperti sungai. Tidakkah terbesit di pemerintahan, untuk mengamankan itu ? Seharusnya setelah 1 korban jiwa, cepatlah di perbaiki. Haruskah menunggu lebih banyak lagi ? Itu bukan anak ayam! Dan untuk para orang tua, mudah mudahan nggak sering membiarkan anak-anaknya main pas hujan deras karna berbahaya. Parit besar didekat puskib itu bermuara ke laut, 2 kasus tadi korbannya ditemukan di belakang Plaza Balikpapan. Bayangkan seberapa jauh jaraknya dan seberapa kencang arusnya. Yang bisa berenang aja sudah dipastikan panik, airnya coklat, kita nggak bisa lihat apa-apa. Apa lagi hujan. Takdir memang sudah digariskan, tapi lebih baik kita yang memperbaiki keadaan. Setidaknya, perbaiki lah apa yang harus diperbaiki. Tugas Anda bukan ? Memang Anda bisa membayar kembali nyawa anak seseorang ? Come on, hidup akan lebih baik kalau semua orang sadar akan tugasnya. Kalau jembatan itu ditiadakan atau paritnya dipagari, apa salahnya ? Kita warga Balikpapa jujur resah. Kita mau aman dan nyaman. Saya bangga pernah bekerja di perusahaan yang mengutamakan keselamatan. Everyone Safe Everyday! Saya berharap dengan tulisan ini, siapa pun yang membaca ikut berdoa dan berharap mereka mengerjakan tugasnya dan sama sama memperbaiki keadaan. Jangan bodoh. Sekian.



Wednesday, November 28, 2018

Mind & The City 2018

Hi. Let me introduce myself one more time. My name is Tyas Alfisa. I'm a blogger, i'm a musician. I'm the first child of lovely mom and ofcourse my dad in heaven. Mind & The City is one of my project. I believe that someday i will transform it into a book. I'm always excited because it's a combination of my real life and fiction. Why fiction ? Because i love every narration inside my head wherever i go. I don't care if my blog's view getting down by my stupid mistake, i don't wanna know the end. I just want to continue and start all over again. React like it's my first time. I remember when my blog hit 8000 views, i was so grateful. It's amazing! But now i realize that the number is not really matter but my passion, it's the most important thing in my life. I can't imagine my life without a passion. I don't know what i want, i don't know where to go. But my life has been so great. I avoid bad people. I don't want they ruin my life anymore. It's good to stay in small circle. I know my people now, are the best. Thanks for staying good, especially for yourself. 

Actually, it's raining outside. It's my 9th day being jobless, no surprise. Just like what i wanted a couple months ago. I miss my friends at work. Especially Anggi. She knows me well. My bad habit, my problems, my passion. I know her too, but we never texting, chatting, and so on. Skype-ing at work just a bit. They are my best co workers so far. 6 years working experience and that one is my best experience ever. 

I'm done my breakfast, a super late breakfast. A bit burnt cheese sandwich, and i'm going to make a cup of coffee. We (Anggi and I) used to go to pantry at 10 or earlier, to make a cup of tea, milk, or coffee, or just refill our 600 ml drink bottle. Ok, wait. I'll be back.

15 minutes later..

Okay, i'll be back.