Tuesday, July 28, 2026

Nulis di Fase Hidup Paling Stress

 "di umur kita yang segini, energi mu banyak juga yas"

Tergantung. Tergantung di hal apa aku akan spend energi. Even hal nya sama, sama-sama bikin musik original tapi tetep beda caranya, berapa banyak uang, niatnya kemana, effortnya, dll. Jadi responku, tergantung. Karena semua kegiatan juga butuh energi dan di umur segini, 30an? jelas energi kita masih banyak, we're not that old man! 

Tbh, dari awal kata "remaja jompo" viral, aku termasuk salah satu yang biasa aja dan nggak ikut-ikutan. Mungkin bisa dibilang nggak setuju. Even itu cuma untuk have fun, olok-olokan atau apalah itu. Tapi kalau terus terusan ke ekspose ya akhirnya jadi mindset. Dan ternyata masih banyak kok yang nggak setuju sama statement itu. Considering dalam hidup itu penting, termasuk memilah suggestion mana yang baik dan yang nggak penting untuk di konsumsi. Anjay, bahasanya berat. 

Balik ke energi banyak tadi, relate kan sama kata remaja jompo. Remaja aja kebanyakan jompo apalagi remaja-dewasa gitu ya? Well, it depends. At the end of the day, aku jadi sadar disitulah uniknya perbedaan POV haha, toh mereka tetap ku anggap teman. Bedanya sekarang lebih bisa filtering, kayak unbothered aja sama pendapat orang lain yang mungkin keluarnya juga asbun. So, energiku yang keliatannya banyak ini nggak gampang keambil.

Energi apa sih yang aku punya sekarang?

Jadi, aku menganggap hal hal yang belum tercapai di hidupku bakalan balik ke aku. Bukan menghantui, lebih tepatnya kayak masih penasaran aja gimana ya kalo itu semua berhasil? Disini konteksnya adalah musikku. Selama ini aku bikin musik, goals bermusik dan mindset ku adalah cuma pengen bisa nulis lagu yang aku suka, publish di digital music platform, udah. Nggak ada kayak konsistensi untuk promosi, emang udah sebatas itu aja ekspektasinya. Tapi ternyata ada hal yang bisa bikin itu semua lebih worth it. Gimana ya kalau aku mulai lagi dan konsistensinya aku jaga terus show up sesering mungkin. What will happen?

Kenapa sih dulu nggak konsisten? Satu, karna ada kerjaan utama, energi, waktu, kebebasannya dibeli sama perusahaan pake gaji bulanan. Dua, api nya kadang besar kadang kecil. Belum ketemu lingkungan yang full supportive. Tiga, karena emang belum kenal konsep show up everyday. 

So, sebenarnya nggak boleh menyesal. Tapi memang jalannya harus begitu. Soalnya kalo dulu take any chances sampe capek ya bakalan tetep sakit juga. Dulu juga ada titik dimana aku sadar, mungkin aku terlalu serius, terlalu sering overthink makanya sakit. Ini udah tahun ke 4 aku sakit itu (IIH & SSD). Kayak nama memori nggak tuh, SSD. If you read this dan nggak tau itu apa. IIH itu idiopathic intracranial hypertension, itu tekanan di kepala, bukan hipertensi ya. Nah SSD itu sigmoid sinus diverticulum. Simplenya adalah di Agustus 2022, 6 bulan setelah aku berenti kerja di tambang batu bara, aku mengalami pulsatile tinnitus di kepala kanan. Dan penyebabnya adalah IIH dan SSD tadi. Itu adalah kondisi di mana ada penyempitan sekaligus pelebaran pembuluh darah di kepala kanan dekat telinga. Makanya gendang telinga yang kanan itu bisa dengan jelas dan secara continue mendengar aliran darahku. 

Apa hubungannya sama overthinking? Di kasus pulsatile tinnitus / PT ini memang beragam penyebabnya. Ada yang dari covid, jamur di kamar, skincare, benturan, stress, terus juga ada yang kena pt setelah salah satu keluarganya meninggal itu apa ya namanya, kayak gangguan dukacita berkepanjangan gitu. In my case, aku tau aku suka makan asin dari kecil dan sering mikir yang serius-serius soal masa depan. Jadi mostly aku nggak menikmati hidupku di umur 20an. 

Mungkin yaaa, mungkin aku disuruh lebih hidup, lebih santai, live in the moment gitu. That's why, dari semua keabstrakan itu, aku akhirnya milih untuk pindah ke Jawa Timur. Pikiranku ya weekdays bisa kerja, weekend explore tempat-tempat baru. Sekalian terapi karna aku milih tinggal di kota yang dingin. Dingin, bikin jantungku chill, pembuluh darah juga tentunya kalem. 

Kenapa nggak operasi pasang ring? Resikonya lumayan tinggi. Mungkin aku bakalan nyelam lagi, siapa tau ada metode baru atau apapun itu untuk mengurangi IIH dan SSD nya. Yang paling penting adalah jangan stress. Masalahnya, sekarang aku di fase paling stress. Nggak ada kerjaan utama, explore jadi terhambat, bener-bener bukan yang aku mau. 

So, gimana? 

Aku cuma bisa memaksimalkan yang udah aku mulai dari lama. Balik bermusik lagi. Aku memang nggak pernah benar-benar berhenti. Dan ya, kalo memang harus lewat fase hidup yang gini, aku jalani aja. 

Tuesday, February 24, 2026

Concepting "New but Old" Thing

It's my second year in Malang. 2026 comes faster, i turn 32 this year. I remember when i started this blog in 2013, it's 13 years ago. Now i am still into writing but not too active. But the mood is coming again recently. I got a good vibe to write lyric again, maybe because it is my month? I am not expecting anything but to live my days calmly and of course with much of money, i hope.

Why "concepting new but old thing"? Yes, move to another city is always my dreams since i was 20s. But i let it stay for too long, i kept it in my mind. And also, for the other things from small to big ones. If the biggest one is done, then i need to do the rest now. It won't start easy but because it's been too long in my own head, i bet it would turn okay. All i need to do is start and to make it happen, i need to make it clear. Listing, making the big picture until the details, budget estimation. It will be more complex, but the road will seem clear. Of course, i have to keep it private for now since i know that telling our plan does not seem a good option. 

What i am doing right now? 
Survive, yes, i might not seem like a hard worker. I used to work with thinking and creativity, but the working hard never be my work style or i will do it quietly. So, no one can see that part from me. And the second is doing my therapy. I am still on my medication. Living in this city really helps me to do that. While i am following the free tips from Liam, i am going to continue my income survival and then i will complete the course, i hope so. Those two things are my priority, wealth and health. What about love? It's okay, it will follow.