"di umur kita yang segini, energi mu banyak juga yas"
Tergantung. Di hal apa aku akan spend energi. Walaupun hal nya sama, sama-sama bikin musik original tapi tetep beda caranya, berapa banyak uang, niatnya kemana, effortnya, dll. Jadi responku, tergantung. Karena semua kegiatan juga butuh energi dan di umur segini, 30an? jelas energi kita masih banyak, we're not that old man!
But at the end of the day, aku jadi sadar disitulah uniknya perbedaan POV haha, toh mereka tetap ku anggap teman. Bedanya sekarang lebih bisa filtering, kayak unbothered aja sama pendapat orang lain yang mungkin keluarnya juga asbun. So, energiku yang keliatannya banyak ini nggak gampang keambil.
Energi apa sih yang aku punya sekarang?
Aku menganggap hal-hal yang belum aku wujudkan bakal balik ke aku lagi. Masih penasaran. What if i nail it? What if it works out? So, i am no longer afraid.
Kenapa sih dulu nggak konsisten? Satu, karna ada kerjaan utama, energi, waktu, kebebasannya dibeli sama perusahaan pake gaji bulanan. Dua, api nya kadang besar kadang kecil. Belum ketemu lingkungan yang full supportive. Tiga, karena emang belum kenal konsep show up every day. Empat, males, banyak alasan dan sikap jelek lain. Ya intinya nggak konsisten aja.
But no regret, soalnya kalo dulu take any chances sampe capek ya bakalan tetep sakit juga. Dulu juga ada titik dimana aku sadar, mungkin aku terlalu serius, terlalu sering overthink makanya sakit. Ini udah tahun ke 4 aku sakit itu (IIH & SSD). Kayak nama memori nggak tuh, SSD. If you read this dan nggak tau itu apa. IIH itu idiopathic intracranial hypertension, itu tekanan di kepala, bukan hipertensi ya. Nah SSD itu sigmoid sinus diverticulum. Simplenya adalah di Agustus 2022, 6 bulan setelah aku berenti kerja di tambang batu bara, aku mengalami pulsatile tinnitus di kepala kanan. Dan penyebabnya adalah IIH dan SSD tadi. Itu adalah kondisi di mana ada penyempitan sekaligus pelebaran pembuluh darah di kepala kanan dekat telinga. Makanya gendang telinga yang kanan itu bisa dengan jelas dan secara continue mendengar aliran darahku.
Apa hubungannya sama overthinking? Di kasus pulsatile tinnitus / PT ini memang beragam penyebabnya. Ada yang dari covid, jamur di kamar, skincare, benturan, stress, terus juga ada yang kena pt setelah salah satu keluarganya meninggal itu apa ya namanya, kayak gangguan dukacita berkepanjangan gitu. In my case, aku tau aku suka makan asin dari kecil dan sering mikir yang serius-serius soal masa depan. Jadi mostly aku nggak menikmati hidupku di umur 20an.
Mungkin yaaa, mungkin aku disuruh lebih hidup, lebih santai, live in the moment gitu. That's why, dari semua keabstrakan itu, aku akhirnya milih untuk pindah ke Jawa Timur. Pikiranku ya weekdays bisa kerja, weekend explore tempat-tempat baru. Sekalian terapi karna aku milih tinggal di kota yang dingin. Dingin, bikin jantungku chill.
Kenapa nggak operasi pasang ring? Resikonya lumayan tinggi. Mungkin aku bakalan nyelam lagi, siapa tau ada metode baru atau apapun itu untuk mengurangi IIH dan SSD nya. Yang paling penting, jangan stress. Masalahnya, sekarang aku di fase paling stress. Nggak ada kerjaan utama, explore jadi terhambat, bener-bener bukan yang aku mau. Argh!
Tahun 2026 beneran tahun struggling, sebagian besar WNI atau mungkin dunia. It's not a dead end, ofcourse! Bisa nggak ya jadi salah satu orang yang masuk di Top 50% dunia? Hehe


