The Rooftop Journal
Tuesday, February 24, 2026
Concepting "New but Old" Thing
Tuesday, November 11, 2025
Hi Ty!
Hi Ty, iam typing to you, myself, i might read this again tomorrow or 3 months later or 1 year later. I am tired now, been using my headset for 3 hours ago to block the room owner's voice. They are so noisy in the morning especially at the weekend. I want to write this because why not?! No one knows where i live right now. Every time i feel like something ruins my privacy, i have to make a decision. Wait, i have to use my headset again, they're so annoying. Listening to Linkin Park should be best for now.
I am questioning myself as a renter "is my privacy allowed to be annoyed?" I mean in all contexts. So, i need to filter more for my live place. Is it always involving money? Yes, but i don't know how much i can gain in short time. If i have to move, it should be at the same price or better than this. Too many options here but for the best are always full booked or rented already. The ideal one is to get a 1-bedroom apartment (haha).
I am busy with Planner5D nowadays. Trying to visualize my ideal house picture. I am going to update soon as i finish the design. I also trying to walk the talk. I don't have small target, only the big things left, but even the big one has to be started from the small one. Sleeping habits, workout routine, healthy eat, and so on. I realize that why is adult's life is so tricky and tiring. But actually, i can make it simpler. We can always choose what to do, to do what i love, to do what i can. And remember to work hard, play hard. Seems it has to be 50:50. Balance.
Some says it's forbidden to talk about your plans. Well, i have nothing to lose. So, it's better to talk about the achievements?
- I moved alone (not my first time) but this one is the most far from home
- I get to know my real self, how i react to any situations including to control all of my emotional conditions
- Think simpler and efficient
- Finally understand that i love to live alone, all in my control
Wednesday, November 5, 2025
DND - My Latest Single
'DND' is out now. Terus terang, lagu ini kutulis sebagai refleksi diri dalam hubungan yang sudah di ujung tanduk. Emosi campur aduk, pergi dari rumah, diusir secara tidak langsung. Lagu ini juga cermin diri yang mengalami emosi tidak stabil. Bisa jadi terinspirasi dari pernikahan muda yang tidak bisa dipertahankan. Bisa, tapi ego.
Pesan dari lagu ini sebenarnya adalah introspeksi diri dari semua keributan yang terjadi di dalam sebuah hubungan. "I need to fix things up for a while now".
Perdebatan tak berujung itu bisa dihentikan dengan 1 prinsip hidup "life is too short to just argue". Hidup sementara, sedih sementara, senang sementara, kenapa kamu buat semua nya jadi menyedihkan? Semuanya pasti baik-baik saja kalau kita membuka mata, diam, dan menerima. Bagaimanapun DND adalah tentang menarik diri dari keributan, menyendiri, mengalihkan pikiran, nggak baca notif di handphone. DND adalah hak kita semua. Dan semoga di setiap kesendirian yang kita pilih, nggak akan pernah tumbuh benci tapi penerimaan. That's life.
Satu lagi anakku, 'DND'. A journey to be a better self.
Sunday, September 7, 2025
Artwork, Video Lyrics, Chords - 'Terbentuk'
Tidak ada benchmark dalam concepting dan releasing sebuah single. Sampai hari ini juga saya masih 'sesuka' hati. Sudah 1 minggu sejak rilis, Terbentuk tidak punya press release, berbeda dari single sebelumnya. Saya sadar, siapa lagi yang akan membahas kalau bukan saya sendiri? I made song for myself. Prinsip itu juga yang membuat rilisan ini tidak berpatokan. Hobi lama saya tiba-tiba muncul, tapi kekuatan untuk mengetik hampir pudar. Blog ini adalah salah satu safe place saya ketika saya sedang tidak memiliki kepercayaan diri untuk membuang 'sampah' ke manusia lain. Atau dengan kata lain, saya sedang menyendiri. Orang-orang asing yang butuh bacaan bisa saja menemukan saya lewat tulisan random saya di blog ini, setidaknya tidak akan ada kekecewaan personal atau harapan apapun yang tumbuh setelah dari sini.
Keluar dari opening yang sangat random, saya memakai foto rontgen kepala saya untuk artwork Terbentuk. Itu adalah hal paling personal yang pernah saya perlihatkan. Tidak akan ada yang tahu, saya hanya memberi tahu diri saya di masa depan kalau-kalau nanti saya lupa ingatan. Karena setelah melakukan DSA (digital substraction angiography) (Jun-2024) saya mengalami hilang ingatan singkat atau kesulitan mengingat kejadian jangka pendek. Mungkin efek obat-obatannya juga.
![]() |
| Tyas Alfisa - 'Terbentuk' Artwork |
Terbentuk adalah hasil perenungan dan kesadaran diri setelah 30 tahun, mengganti prioritas hidup secara dadakan. Sebenarnya sangat membuat sakit kepala saat sadar orang-orang yang kita prioritaskan selama ini tidak melakukan sebaliknya atau minimal mendengarkan pendapat kita. Kekecewaan itu wajar. Dan berhenti kecewa adalah yang paling berat dilakukan. Karena semua sign yang muncul selama ini sering diabaikan. Tidak berani sakit hati, tidak berani kecewa, memilih untuk memprioritaskan dan membantu selama 10 tahun ini itu adalah tetap pilihan hidup. Tapi saat kita memposisikan diri sebagai orang lain yang tidak punya banyak pilihan.. kita tidak bisa merasa begitu kecewa dan begitu tersakiti. Kurang lebihnya seperti itu. Pada akhirnya, prioritas hidup hanyalah pergantian objek. Kekecewaan akan terus muncul di akhir jika pola yang diterapkan adalah sama. Tidak bisa menghakimi, lalu mengalir begitu saja.
Terbentuk sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Di produseri dan aransemen oleh An. Di tulis oleh Tyas Alfisa.Terbentuk
CAPO 3
VERSE
F G
Dibungkam lagi
Am Em
Berkali kali
Suaraku diabaikan
Lagi dan lagi
Membentuk diriku yang lain
Dan terjadi terus menerus
Terbentur, terluka, terbentuk
Ini tak seberapa
Ku bisa
CHORUS
Jalan yang berkabut dan dingin
Merasa yang paling tersakiti
Masih banyak yang tak tertandingi
Perihnya, sakitnya
VERSE
Lihatlah dia
Tersenyum palsu
Menangis sendiri
Gelap, sepi
Membentuk dirimu yang lain
Dan terjadi terus menerus
Terbentur, terluka, terbentuk
Kau hebat
Kau bisa
CHORUS
Jalan yang berlubang dan terik
Kau tlah cukup lelah berlari
Tak berhak aku menghakimi
Perihnya, sakitnya
Terbentur, terluka, terbentuk
Terbentur, terluka, terbentuk
Kau tlah cukup lelah berlari
VIDEO LYRIC
Saya mengajak Dhini Sannisa sebagai model video lyric Terbentuk. Adalah salah satu teman baik saya yang sedang merintis karir sebagai muse MUA. Project video lyric jadi salah satu project pertamanya.
Friday, September 5, 2025
Tyas Alfisa, Symptom - Everything's Changing Chord Lyrics
G Em
G Em
VERSE
G
I'm heading to my hometown
Em
Across the sea
G
Ten hours tires spinning
Em
I'm going far
PRE CHORUS
G Em
Tell me what's going on
G
'Cause this city's really stress me
Em D
It's time to go
CHORUS
G
Everything's changing
Em
But i'm not
G
Everything's changing
D
But i'm not
D
But i'm not
VERSE 2 (TALKING)
G
she sped up
landed in the lost hopes
Em
wailing at the glass
split by fire
sinking and walking
in the white waves
G
Go back to find i've been missing for
Em
It's never be the same
CHORUS
G
Everything's changing
Em
But i'm not
G
Everything's changing
D
But i'm not
But i'm not
GUITAR SOLO PART
Em G Bm D
Em G
(Everything's Changing)
Bm D
(Everything's Changing)
OUTRO
G Em
G Em
Tuesday, July 1, 2025
Press Release - June 2025
Tyas Alfisa Unveils Bold New Single “Everything’s Changing” – Out June 2025
![]() |
| Tyas Alfisa ft. Symptom - Everything's Changing [Artwork] |
Balikpapan, Indonesia – Singer-songwriter Tyas Alfisa is set to release her latest single, “Everything’s Changing,” in June 2025, marking a bold new direction in her musical journey. The track is a collaboration with Aan — known by his artist name Symptom — a musician and producer based in Tarakan, Indonesia. The single is released under Bedroom Dweller Records, an independent label also based in Tarakan.
Known
for her warm, introspective voice and gentle delivery, Tyas Alfisa explores a
more daring and dynamic sound in “Everything’s Changing.” The song
presents a contrast to her previous work, showcasing a bolder, braver energy
while still retaining the emotional depth her listeners have come to love.
“I
wanted to show a different side of my musical taste with this one,” says Tyas.
“This collaboration with Aan allowed me to step outside of my comfort zone. I’m
so grateful working with him and finally released this song after 7 years”
The
track features lyrics written by Tyas Alfisa and CAS the Poet who
also lends her voice to the song’s spoken-word part. Aan, who composed and
produced the track, contributes vocals in the form of a powerful scream part —
emphasizing the emotional intensity of the song.
With
its unique blend of introspective lyricism and expressive instrumentation, “Everything’s
Changing” is a sonic representation of transformation, both personal and
artistic.
Release Date: June 2025
Label: Bedroom Dweller Records
Stay Connected with Tyas Alfisa:
Instagram: @tyasalfisa
Spotify: Tyas Alfisa | Spotify
YouTube: Tyas Alfisa
Friday, June 27, 2025
341. Warkop Penentu Hidup
'Warkop penentu hidup', julukan yang kuberikan secara singkat kepada salah satu warkop di seberang stasiun kereta api. Nama warkop itu aslinya adalah Warkop Sri Rejeki 88. Berada di pertigaan jalan menuju kampung warna warni. Lalu lintasnya ramai, terkadang suara kereta api yang tiba dan berangkat, dan cicitan peluit tukang parkir lalu tentu suara knalpot kendaraan. Hari ini aku mampir lagi, karena lalapan ikannya murah. Semenjak long trip, aku jadi jarang makan ikan laut. Padahal selama ini tumbuh besar setiap hari makan ikan sungai dan saat pindah ke Balikpapan, setiap hari makan ikan laut.
Jadi, kenapa 'warkop penentu hidup'? Warkop ini adalah tempat singgahku saat aku trip dari Surabaya ke Malang. Di awal bulan Februari lalu, setelah check out dari guesthouse di daerah Sawojajar, aku mengalami dilemma yang cukup berat. Antara mengakhiri trip ini, kembali ke Balikpapan atau melanjutkan untuk bertahan dengan pegangan yang cukup untuk 1-2 bulan kedepan.
Dengan keadaan ramai jalan, cocok dengan isi kepalaku yang membuat pening. Cukup lama aku duduk disana. Setelah sebelumnya mencoba melakukan panggilan ke salah satu teman baikku. "Satu bulan rasanya ngga akan terlalu lama yas, ini yang kamu mau selama ini kan?"
Sungguh tidak ada hal apapun yang mengurungkan niatku. Yang kulakukan hanyalah bepergian di ujung usia 30 ku. Tepat beberapa minggu sebelum ulang tahun ke 31, aku berangkat. Banyak yang kutanggalkan sebelumnya. Pikiran-pikiran, prioritasku ku ubah, bahkan menjual gitar akustik kesayangan dan handphone impian. Wajar kalau sesampainya disini.. aku merasa 'ringan' namun 'kosong'. Tapi kalau di lihat lagi, seharusnya yang kurasakan adalah 'lega' dan 'bebas'.
Kalau diingat-ingat lagi, yang terjadi saat itu adalah hasil dari doa dan impianku selama ini. 'Solo trip'. Hahaha ternyata melakukannya terlambat juga nggak buruk buruk amat. Pasti ada jalan yang sudah disiapkan untukku sampai di titik itu. Tapi semua berawal sejak aku mengalami Pulsatile Tinnitus. Tahun lalu aku habiskan untuk pengobatan rutin, sudah banyak yang aku coba dan aku merasa semakin naik level. Semakin tau apa yang baik dan yang mempercepat kesembuhanku. Tepat Oktober 2024 aku berhenti pengobatan medis dan melanjutkan terapi personal dan trip tahun ini adalah salah satu terapiku.
Setelah istirahat beberapa jam di warkop itu, aku menuju ke kos yang kupilih untuk stay selama 1 bulan. Itu adalah keputusan tepat, memulai semuanya lagi.
Saturday, June 7, 2025
340. Mix Sate Ayam dan Kambing di Night Market Pasar Besar
Night market atau pasar malam di Pasar Besar adalah salah satu tempat yang lumayan ramai dikunjungi warga. setiap harinya. Mulai dari warga lokal atau pun bule dari berbagai negara. Yah, walaupun aku nggak tau asal mereka tapi setiap melewati atau mampir ke pasar malam ini, selalu ada bule bule juga. Mostly, orang akan berkunjung untuk kuliner dan permainan anak. Bagiku, lontong kupang akan selalu jadi pengingat karena itu adalah pertama kalinya aku mencoba lontong kupang. 17 ribu untuk 1 porsi dan mantap rasanya. Lalu ada cilok bakar, lumpur kentang, jasuke, dimsum, siomay-batagor, dan banyak lainnya.
Dan lebaran haji kemarin, setelah isya' aku sempat keliling mencari sate kambing dari mulai sepanjang jalan dekat kost, lalu berbelok ke daerah stasiun Kota Lama, Alun-alun Kota, daerah Gajah Mada dan akhirnya ketemu di pasar malam itu juga.
Persisnya malam kemarin, cukup ramai. Sepertinya setiap hari akan ramai orang berkunjung. Kebahagiaan sederhana bagi keluarga kecil ataupun yang masih single. Bebas. Kenapa sate kambing ? Biar ada vibes lebaran idul Adha nya gitu deh. Hehe.
"Bu sate kambingnya berapa 1 porsi?"
"25 ribu mba"
"Boleh campur nggak bu ayam sama kambing, masing-masing lima?"
"Boleh mba, ditunggu sebentar nggih"
Dengan logat dan bahasa Jawa warga lokal, aku seringnya hanya mengangguk dan senyum lalu membalas dengan bahasa Indonesia. Sebenarnya aku sudah paham beberapa kata bahasa Jawa, tapi belum terbiasa. Aku sempat menelusuri pasar ini sebelum makan sate di tempat. Ini mungkin ke-4 kalinya aku mampir di pasar ini. Aku yang terbiasa jalan lurus memandang ke depan, selama tahun 2025 ini mencoba untuk sadar sekitar dan memperhatikan apa yang ada di kanan dan kiri jalan. Jadi otakku akan terlatih lagi mengingat peristiwa atau vibes sekitar.
Setelah berkeliling dan menyaksikan sekilas anak-anak dan orang tuanya bermain, lalu juga ada pasangan bule yang penasaran dengan lapak onde-onde yang baru saja aku beli, mereka tersenyum malu dan memutuskan untuk membeli juga, lagu aku kembali ke lapak sate tadi.
"Bu nasinya kebanyakan"
Sate 10 tusuk akan selalu sangat mengenyangkan bagiku. Karna kalau di rumah biasanya, dibagi masing-masing 5 tusuk, itu menjadi kebiasaan. Jadi, mengurangi porsi nasi adalah tips biar nggak mubazir. Makan selesai, minumnya kali ini aku bawa tumbler air putih sendiri dari kost. Ini adalah hari ke 5 aku diet kafein dan dairy, mengulang hitungan kembali, untuk melihat progress metode Liam yang kuikuti untuk pengobatan Pulsatile Tinnitusku. Bulan Mei kemarin cukup bandel karena beberapa kali beli kopi dan teh.
Aku lalu berselancar sejenak di google untuk mencari toko aksesoris terdekat dan aku menemukan Malang Caroline, grosir aksesoris yang nggak jauh dari stasiun kota lama. Setengah jam menjelang tutup aku menyempatkan diri pergi kesana, tapi sayangnya nggak menemukan yang aku cari. Lalu, aku kembali lagi menembus sejuknya malam kota ini, beruntung sweater rajut hitamku bisa sangat baik menahan angin saat berkendara.



