"di umur kita yang segini, energi mu banyak juga yas"
Tergantung. Tergantung di hal apa aku akan spend energi. Even hal nya sama, sama-sama bikin musik original tapi tetep beda caranya, berapa banyak uang, niatnya kemana, effortnya, dll. Jadi responku, tergantung. Karena semua kegiatan juga butuh energi dan di umur segini, 30an? jelas energi kita masih banyak, we're not that old man!
Tbh, dari awal kata "remaja jompo" viral, aku termasuk salah satu yang biasa aja dan nggak ikut-ikutan. Mungkin bisa dibilang nggak setuju. Even itu cuma untuk have fun, olok-olokan atau apalah itu. Tapi kalau terus terusan ke ekspose ya akhirnya jadi mindset. Dan ternyata masih banyak kok yang nggak setuju sama statement itu. Considering dalam hidup itu penting, termasuk memilah suggestion mana yang baik dan yang nggak penting untuk di konsumsi. Anjay, bahasanya berat.
Balik ke energi banyak tadi, relate kan sama kata remaja jompo. Remaja aja kebanyakan jompo apalagi remaja-dewasa gitu ya? Well, it depends. At the end of the day, aku jadi sadar disitulah uniknya perbedaan POV haha, toh mereka tetap ku anggap teman. Bedanya sekarang lebih bisa filtering, kayak unbothered aja sama pendapat orang lain yang mungkin keluarnya juga asbun. So, energiku yang keliatannya banyak ini nggak gampang keambil.
Energi apa sih yang aku punya sekarang?
Jadi, aku menganggap hal hal yang belum tercapai di hidupku bakalan balik ke aku. Bukan menghantui, lebih tepatnya kayak masih penasaran aja gimana ya kalo itu semua berhasil? Disini konteksnya adalah musikku. Selama ini aku bikin musik, goals bermusik dan mindset ku adalah cuma pengen bisa nulis lagu yang aku suka, publish di digital music platform, udah. Nggak ada kayak konsistensi untuk promosi, emang udah sebatas itu aja ekspektasinya. Tapi ternyata ada hal yang bisa bikin itu semua lebih worth it. Gimana ya kalau aku mulai lagi dan konsistensinya aku jaga terus show up sesering mungkin. What will happen?
Kenapa sih dulu nggak konsisten? Satu, karna ada kerjaan utama, energi, waktu, kebebasannya dibeli sama perusahaan pake gaji bulanan. Dua, api nya kadang besar kadang kecil. Belum ketemu lingkungan yang full supportive. Tiga, karena emang belum kenal konsep show up everyday.
So, sebenarnya nggak boleh menyesal. Tapi memang jalannya harus begitu. Soalnya kalo dulu take any chances sampe capek ya bakalan tetep sakit juga. Dulu juga ada titik dimana aku sadar, mungkin aku terlalu serius, terlalu sering overthink makanya sakit. Ini udah tahun ke 4 aku sakit itu (IIH & SSD). Kayak nama memori nggak tuh, SSD. If you read this dan nggak tau itu apa. IIH itu idiopathic intracranial hypertension, itu tekanan di kepala, bukan hipertensi ya. Nah SSD itu sigmoid sinus diverticulum. Simplenya adalah di Agustus 2022, 6 bulan setelah aku berenti kerja di tambang batu bara, aku mengalami pulsatile tinnitus di kepala kanan. Dan penyebabnya adalah IIH dan SSD tadi. Itu adalah kondisi di mana ada penyempitan sekaligus pelebaran pembuluh darah di kepala kanan dekat telinga. Makanya gendang telinga yang kanan itu bisa dengan jelas dan secara continue mendengar aliran darahku.
Apa hubungannya sama overthinking? Di kasus pulsatile tinnitus / PT ini memang beragam penyebabnya. Ada yang dari covid, jamur di kamar, skincare, benturan, stress, terus juga ada yang kena pt setelah salah satu keluarganya meninggal itu apa ya namanya, kayak gangguan dukacita berkepanjangan gitu. In my case, aku tau aku suka makan asin dari kecil dan sering mikir yang serius-serius soal masa depan. Jadi mostly aku nggak menikmati hidupku di umur 20an.
Mungkin yaaa, mungkin aku disuruh lebih hidup, lebih santai, live in the moment gitu. That's why, dari semua keabstrakan itu, aku akhirnya milih untuk pindah ke Jawa Timur. Pikiranku ya weekdays bisa kerja, weekend explore tempat-tempat baru. Sekalian terapi karna aku milih tinggal di kota yang dingin. Dingin, bikin jantungku chill, pembuluh darah juga tentunya kalem.
Kenapa nggak operasi pasang ring? Resikonya lumayan tinggi. Mungkin aku bakalan nyelam lagi, siapa tau ada metode baru atau apapun itu untuk mengurangi IIH dan SSD nya. Yang paling penting adalah jangan stress. Masalahnya, sekarang aku di fase paling stress. Nggak ada kerjaan utama, explore jadi terhambat, bener-bener bukan yang aku mau.
So, gimana?
Aku cuma bisa memaksimalkan yang udah aku mulai dari lama. Balik bermusik lagi. Aku memang nggak pernah benar-benar berhenti. Dan ya, kalo memang harus lewat fase hidup yang gini, aku jalani aja.


