Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Saturday, October 29, 2022

Mcdodo vs Ugreen

Beberapa waktu lalu saya membuat video unboxing dan review charger Mcdodo untuk iPhone (MFi) dan membandingkannya dengan Ugreen. Hasilnya, secara kualitas material saya lebih suka Ugreen dan pengecharge-an lebih cepat 1%, dengan harga 100 ribu lebih mahal. Sedangkan Mcdodo, dari kualitas bahan nya, minus di kabel yang terasa kurang lentur, tapi keuntungannya, bisa lebih hemat 100rb dibandingkan membeli Ugreen. 

Wednesday, March 16, 2022

Connector / Converter Audio Xiaomi 11T

Kali ini, akan dibahas seputar connector yang cukup meresahkan, karna di dalam paket penjualan Xiaomi 11T aku nggak dapat connector atau converter 3.5 mm to C. Karena pembeliannya pun terkesan tergesa-tergesa dan meleset dalam perhitungan, jadi sama sekali nggak kepikiran nyari connector yang menjanjikan/bermerk. Aku iseng search di marketplace di balikpapan dan mampir ke beberapa konter, tapi harganya bervariasi. Jadinya beli yang kebanyakan di jual di konter dengan harga yang masuk akal. Untuk kualitas bahan dan desain yang seperti ini :

Aku dapat harganya Rp 10.000, nggak ada merknya, karna ku pikir "ah cuma converter ini", oke, datang kesana, coba test, worked! Cabut, bawa pulang. Untuk desainnya, sepertinya ini KW nya punya mi, mirip banget dengan kabel agak panjang dan tipis.

Quick test memang nggak pernah menjamin, pas nyampe rumah dicobain, panningnya kacau, suaranya agak ke kanan beberapa persen. Kualitas audionya juga sepertinya berubah walau nggak banyak, tapi masalah panning itu cukup mengganggu. 

Kesimpulan converter 3.5 mm to c, 10k :

- Umur hanya sebulan, padahal owner cukup hati hati memakainya

- Panning jadi tidak center, malah agak ke kanan

- Ada harga, ada kualitas

Tapi lumayan lah untuk menemani selama satu bulan. But, thank you,n ext. 


Akhirnya, niatan mencari converter lagi di tokped, dapet ugreen. Namanya UGREEN USB-C Male to 3.5mm Alu Case Adapter harganya Rp 29.000 . Setelah survei harga yang bervariasi di toko-toko lain (karna di officialnya kosong), akhirnya nemu yang cukup rame reviewnya. Sekalian beli splitternya juga dan hasilnya memuaskan. Btw, sengaja cari yang modelnya gini supaya nggak gampang ketarik-tarik. Dan ini type non DAC.

Ugreen Usb-C Male to 3.5 mm TOKOPEDIA

Kesimpulan converter ugreen usb-c male to 3.5mm :

- Kualitas audio tetap sama, tidak berubah

- Panning kanan kiri dan tengah, aman

- Desain simple dan gak khawatir bakalan ketarik tarik

- Material worth it

Alternatif lain ada Baseus L41 yang ada jack type c nya juga untuk ngecharge, tapi berhubung tidak membutuhkan itu, jadi aku tetap pilih Ugreen aja. Sekian, semoga membantu.

Videonya sudah ada guys :

Tuesday, January 19, 2021

Unboxing & Review Headset COPPER Cozy Series

 


Kalau kalian lagi cari headset jenis earbud atau half in ear monitor, ini bisa jadi pilihan yang terjangkau dan karakternya juga cenderung flat, soundstage nggak sempit, bonus circle pouch juga.

Sunday, May 31, 2020

google pixel 2 di 2020 ?


(entri kali ini ada 2 bahasa, semoga bermanfaat)

jadi, aku baru aja beli pixel 2 setelah 8 bulan pake nokia 5.1 plus (anti mainstream banget kan?) ada alasan kenapa aku pilih nokia tapi aku nggak akan kasih tau karena itu cuma soal sudut pandang dan aku mungkin cuma orang yang anti mainstream. aku juga sempat mau coba Advan yang keluaran terbaru yang punya 3 kamera kayak desain iphone. keren, hape lokal yang berani berinovasi. dan aku nggak pernah ngeremehin hape lokal, tapi karna aku ada liat iklan google pixel yang bisa aku dapetin second di Balikpapan, harganya juga cocok jadi kenapa nggak. hape impian banget soalnya.

apa yang aku dapat ?
kotak, hp, charger, kabel data, headset bluetooth, pin, nota, petunjuk, case
  • sudah update ke android 10 ✓
  • ram dan memori internal besar 4/128 ✓
  • harga yang menarik untuk mantan hp flagship ✓
kekurangan yang didapet karna ini hape second adalah 
  1. lumayan banyak dent
  2. battery health yang bisa di tes pake accu battery cuma sekitar 75 % tapi lumayan
  3. kabel data, charger dan headset bukan bawaan aslinya tapi semua kompatibel kecuali headset (bluetooth) nggak aku pake
  4. nggak ada sambungan headset ke port usb type c
hasil foto (nyusul)

so i just bought Google Pixel 2 after 8 months using Nokia 5.1 Plus (anti mainstream ryt i know) there's a reason why i picked Nokia but i won't mention it, it is about the point of view and i'm an anti-mainstream girl. i almost try the newest Advan phone with its three cameras just like the iPhone, it's cool, local brand dare to do innovation.. why not but i saw the ads of Pixel 2 and the price is quite interesting in Balikpapan, it is my dream phone too.. so why not?!

what i got ?
the box, the phone, charger, data cable, pin, manual, purchase notes, case

  • has been updated to android 10 ✓
  • big ram and storage ✓
  • interesting price for secondhand and flagship phone✓

  1. many dents
  2. battery health is only 75%, checked using accu battery app
  3. data cable, charger and headset are not the original one but they all compatible for the phone
  4. i got no converter of 3.5 mm port to usb type c port
photo result


Thursday, April 2, 2020

Gibson LG Series Alternative

Kalau ditanya soal gitar akustik ideal, filter yang pertama yaitu shape/bentuk body gitar, yang kedua adalah akustik elektrik. Dibawah ini alternatif untuk Gibson seri LG. Ada beberapa forum yang menuliskan kalau LG itu bukan dreadnought (square shoulder), atau slope/round shoulder tetapi akustik steel yang body nya classic. 

Well, sebenernya nggak sulit kalo misalkan kita perhatikan bentuknya, tapi sulit kalau carinya pake filter. Di spesifikasi website Gibson juga body shape nya tertulis "LG". Nah, dibawah ini alternatif untuk Gibson LG yang available di Indonesia.
  • Epiphone 50th Anniversary 1964 Caballero 
  • Epiphone EL 00 Pro (sekarang sudah jarang di Indonesia)
  • Yamaha CSF Series



Thursday, February 16, 2017

Terjebak Nostalgia // Review BLACKBERRY Q5

Kali ini mau nulis soal smartphone. 
Bukan ngebahas brand-brand yang ngetrend sekarang, like Coolpad, Oppo, Xiaomi (sedikit meredup), apalagi iPhone. Bukan. Tapi sebelum dunia android se-populer sekarang, Blackberry merajai pasar smartphone Indonesia 'kan? Mungkin ya, memang dulu sekitar tahun 2012-2013 sudah ada smartphone android, tapi tuh kayak mahal banget, kayak nggak mungkin dapet cepet kalo buat anak kuliahan/sekolahan kecuali ya memang banyak duit.. Mungkin BB waktu itu masih beragam, dari harga dan spesifikasinya. Kalo pake BB tuh keliatannya keren aja gitu ya. Prihatin sih sama ABG yang minta, merengek ke ortu nya pengen dibeliin smartphone yang lagi "kekinian" waktu itu. Bahkan sampe sekarang-pun masih gitu kali ya. 

Lucky me, aku bukan anak yang 'harus' punya barang yang orang lain lagi rame memperbincangkan. Aku ada keinginan tapi disesuaikan sama keperluan. Aku bukan tipe orang yang rela nabung lama atau spend money untuk barang mahal, dalam hal ini handphone. Apalagi untuk barang yang kita bawa tiap waktu, dan digunain setiap saat (maybe) besar resikonya mengalami kerusakan lebih cepat. Karena kan barang elektronik gitu semakin lama semakin turun kualitasnya. Jadi ya instead beli handphone mahal, mending beli yang harga dan speknya pas untuk kurun waktu tertentu. Aku juga bukan orang yang sembrono kalo punya barang apaa gitu. Kayak orang kan biasanya ada aja yang hapenya sering kebanting, sering jatoh, kesepak, kelindes, ketindih, dll sampe kacanya retak, masih untungnya kaca depannya doang, tapi kalo udah kena LCD ? Kayak "buat apa neh kamu beli barang mahal mahal tapi dirusakkin juga?!" "Salah siapa?!" (#%Klh@*!)

Terjebak Nostalgia

Kejebak nostalgianya aku sekarang sama Blackberry Q5. Which is dulunya pernah aku pake juga tahun 2014. Dulu sih bekas punya mamah gitu, mamah & papah baru beli tapi udah ganti ke BB Z3 yang waktu itu lagi booming banget, setelah itu pas si mamah udah ganti lagi, aku sempat pake Z3 nya dulu. Enak 'kan dapet warisan mulu. Sebenarnya yang hobi gadget itu alm.papah. Dari SD juga aku udah dikasi hape. Ericssonjadul, yang ada antenanya, kalo nggak salah sih itu ericsson T28 atau seri GF. Soalnya mirip, tapi kayaknya seri GF deh. 

"Aku bakal lama nih pake Q5 chep," kataku awal tahun ini. Tapi belum 2 bulan sudah rusak konektor simcardnya, ya ampun. RIP. Gara-garanya kan sekarang itu simcard udah micro, nano, pas mau ngelepas, rumahan nanonya nyangkut di kuningan nya itu T_T Q5 lagi nunggu waktu buat di repair.



Padahal sebenarnya sudah senang pake q5. Bring back memories and also remind me of my father. Fiturnya lumayan lengkap, sudah bisa install .apk walaupun terbatas. Ada keyboard fisiknya, it's so me. But sad news, i gotta buy new smartphone. Sejak kapan jadi melankolis? Aku berat mau ninggalin sesuatu, tapi untuk dapatin yang baru, we gotta let go another thing. 

Thursday, November 17, 2016

Mic Condenser Murah Terbaik 2016 2017

Hai, kali ini saya mau review sedikit soal mikrofon condenser murah. Kalau kamu lagi nyari mikrofon yang nggak terlalu mahal dan nggak terlalu gengsi sama merk/brandnya, mikrofon ini bisa jadi pertimbangan. Ada banyak mic condenser murah yang beredar di pasaran sekarang, tidak selangka dulu ya. Dulu, waktu baru awal-awal hobi recording, belinya mic Samson. Itu juga udah paling bersahabat harganya dan mudah di dapat di Indonesia. Tapi karna dulu belum punya audio interface/soundcard, jadi beli micnya yang USB, which is harganya lebih mahal daripada yang connectornya XLR. But, setiap jenis mic punya plus dan minus masing-masing.

Nah, sebelum masuk ke review Excelvan BM-8000, saya mau kasih tau dulu mic apa aja yang pernah saya compare sebelum akhirnya memilih yang ini. (Emang mic Samsonnya kemana?) *Udah pada dijual, karena alasan yang sedemikian rupa* FYI, dulu saya pernah punya Samson Go Mic (mic sejuta umat), Samson C03U, itu dua-duanya USB mic, terus sold dan beli Go mic lagi, yang mana pada akhirnya dijual kembali karena ingin upgrade. Sempat ingin berenti pake mic condenser, karena terlalu banyak bunyi-bunyian disekitar rumah saya. Tapi bukan itu masalah utamanya, masalahnya, saya kepengen punya audio interface, biar micnya bisa pake yang apa aja. Dynamic atau condenser, flexible, tergantung keadaan dan tujuan. So, itu sekilas ceritanya.

Jadi, sekitar 2 minggu lalu saya order Excelvan Bm-8000 di Lazada. Ada 4 pilihan warna : biru muda, putih, hitam, pink. Saya juga pernah lihat yang warna merah di beberapa review di youtube. Tapi, saya pesan yang warna putih, Harganya Rp. 316.000. Karena pengiriman dari LN alias luar negeri, yaitu China *saya lupa kotanya apa* butuh waktu 11 hari hingga sampai di tangan saya. 

UNBOXING
Dalam paket pembelian, akan ada 1 buah condenser microphone, 1 kabel mic, shockmount, pop filter, 3.5 mm jack to USB converter, sama buku manual bahasa Inggris & China. 







Bagian favorit saya *shockmount* , karena ini kalau beli terpisah harganya mahal.


worth it



DESAIN
Desain BM-8000 ini mirip sama mic Bluebird milik Blue, kalau kalian sudah pernah liat. Memang agak aneh bentuknya, tapi lucu. Ini bukan mic dengan bentuk teraneh, ada lagi yang lebih aneh. Kayak Meteor Micnya Samson atau Blue Yeti mic. BM-8000 bahannya baja + campuran zinc (seng), kurang ngerti bagian yang ini, tapi tertulis seperti itu di spesifikasinya. Shockmount saya kira sama seperti shockmount lainnya, pop filter mirip dengan milik Bluebird.


Mirip 'kan?

SPESIFIKASI
Brand : Excelvan
Polar Pattern : Uni-directional
Frequency Response : 20Hz-20kHz
Sensitivity:45dB±2dB(0dB=1VtPa at 1kHz)
Output Lmpedance:≥1000Ω
Equivalent noise level:16dBA

Max,SPL:130dB(at 1kHz≤1% T.H.D)

S/N Ratio :78dB

Electrical current :3mA

Microphone output interface : 3.5mm

Use of voltage : 48V phantom power supply
Wire : 3.5 inserted audio interface, 285cm(9.35ft)
Size : L*W(19cm*5/7.48inches*1.97)
Microphone Material :  Steel net + Zinc alloy hand holding part


HASIL TEST
Saya pakai Focusrite solo untuk mic ini yang memiliki phantom power. Sebelumnya saya pernah pakai interface Behringer UM2, itu juga ada phantom powernya, reviewnya bisa di lihat DISINI. Jadi, kalau kalian ingin menggunakan atau membeli mic ini, pastikan soundcard kalian memiliki tegangan yang cukup/phantom power. Berikut hasil tes yang saya ambil di malam hari.


Tidak di edit :



Tanpa noise (di edit) :

PENILAIAN

Kelebihan :
o Murah, dengan pop filter & shockmount
o Frequency response nya bagus
o Good quality
o Desain unik
o Banyak pilihan warna *:D*

Kekurangan :
o Untuk sebagian orang, pop filternya kurang lebar
o Kabel XLR tidak bisa masuk sempurna, tapi tidak masalah, mic tetap tersambung sempurna


Kalian bisa klik link ini untuk informasi harga. EXCELVAN BM-8000 LAZADA. Saya kurang tau kenapa harganya beda-beda. Untuk lihat harga normal bisa cek di ebay atau amazon. That's all guys, thanks for visiting :) Jangan lupa main balik ya kapan-kapan. Have a nice day!

Wednesday, August 31, 2016

AGE OF YOUTH (K-Drama Review)

Hai teman! Saya mau nulis review drama Korea yang baru aja selesai saya tonton. Age Of Youth! Drama korea yang tayang setiap Jum'at & Sabtu di JTBC. Drama ini punya 12 episode. Dibintangi Han Ye Ri, Park Eun Bin, Park Hye Soo, Han Seung Yeon dan Ryu Hwa Young. 

Yang saya suka dari drama ini  adalah menceritakan tentang kehidupan 5 mahasiswi berbeda karakter yang tinggal serumah. Saya nggak terlalu hafal nama lengkap karakternya, yang saya sebutkan disini adalah panggilan dari Eun Jae (Park Hye Soo) untuk ke empat seniornya di rumah baru.


Yoon seonbae, di episode awal ia terlihat cuek, ngga punya banyak waktu dirumah karna dia sibuk membagi waktu antara kuliah dan kerja part time. Ia bekerja sebagai waitress di restoran dan kasir di minimarket. Tapi lama kelamaan, nggak seperti awal cerita, sedikit demi sedikit dia berubah. Yoon seonbae, karakter yang paling saya suka. Eun Jae. Diceritakan sebagai junior, ia merasa kesulitan beradaptasi di awal pindahan. Terlihat lugu, tapi lama-kelamaan, rahasianya terungkap, tingkahnya jadi mengerikan, bikin kaget. Karakternya bikin gregetan. Kang Yi Na. Cantik, banyak cowok yang naksir. Ia juga punya rahasia di masa lalu. Song Seonbae, karakternya ceria & suka minum. Jung Seonbae, setia sama cowoknya, tapi cowoknya jahat.

Selain 5 karakter utama, saya juga suka banget sama Park Yoon sebagai Park Jae Wan, cowok yang diam-diam suka sama Yoon Jin Myung. Jae wan adalah koki restoran dimana Jin myung kerja part time.

Dan yang paling utama adalah Belle Epoque, shared residence. Suka sekali dengan desain interior rumah mereka. Simple, bersih, tricky. Sayangnya, drama ini selesai di episode 12. Dan sekitar 3 jam yang lalu Park Hye Soo memposting foto dapur rumah mereka dengan caption 보고싶어. Tempat itu pasti mudah dirindukan. I hope there would be Age Of Youth 2. 


Terakhir! Soundtracknya 'aku banget'. Dari semua drama korea rata-rata jadi suka soundtracknya, tapi Age Of Youth sepertinya lebih banyak pakai lagu berbahasa Inggris. Berikut listnya(source wikipedia):
Soundtrack korea : 안녕의 온도 Temperature of Saying Hi - 겨울로 가기 위해 사는 밤 (feat. 황득경 of 노티스노트)

No.TitleArtistLength
1."The Whereabouts Of Love"  Maximilian Hecker05:00
2."On Your Collarbone"  Jordan Klassen04:19
3."Enjoy The View"  David Choi03:31
4."Offbeat"  Clara C03:12
5."24 hours"  Mayu Wakisaka03:51
6."Toodoo"  The Tellers03:39
7."What Up?"  Hector Guerra03:36
8."Dick & Jane"  Sidney York02:18
9."Mirage Of Bliss (part I)"  Maximilian Hecker03:39



Sunday, June 26, 2016

First Impression // MuLab (Light DAW / DAW Ringan)



Hai, Teman! Jadi, selama seminggu ini aku lagi cari DAW ringan yang gratis, setelah googling, baru tadi habis sahur dapat dari forum ini https://www.kvraudio.com/forum/viewtopic.php?t=333279 yang mana salah satu rekomendasinya adalah MuLab. MuLab adalah aplikasi pengolah musik untuk  Mac dan Windows dengan modular synth dan mesin efek terpadu. Ringan, simple, dan kaya fitur. First impressionnya gitu. Bisa di coba buat teman yang lagi cari DAW ringan tapi nggak mengecewakan, di MuTools.

Aku belum nyoba untuk bikin musik atau record anything, tapi MuLab keliatannya friendly dan gampang buat di pelajari. Kalau mau tau lebih banyak tentang aplikasi ini, langsung ke websitenya ya teman #macamsales. Ini aku mau share screenshot nya aja. Semoga bermanfaat, happy fasting teman ^^

Silahkan di klik untuk memperbesar gambar


Tuesday, May 10, 2016

Unboxing and Review Nikon Coolpix S9900

Well! I got the Nikon S9900 ! I bought it from TokoCamzone a few days ago and just arrived yesterday. Free shipping if you choose the regular service. You can visit their website for the detail. This time i want to camera unboxing and review, this is another review >  STYLESPY. 

So, why i choose this cam?  Because i wanted a small camera which is has swivel/variangle LCD and also great zoom. Before i decided to buy this camera, i've falling for Canon SX60HS and Nikon P7800, but S9900 is best budget camera for me. Not only the price, i'll tell about the features and what i love about this camera. But, let's start from the unboxing photo.

UNBOXING


The other stuff that i don't capture are warranty, manual book, and purchase order/bill (nota pembelian, also the box. The capacity of memory card which i bought separately is 16 GB, it was Rp 115.000.

DESIGN (taken with Xiaomi Redmi 2)








PHOTO RESULT
I will update soon. I plan to visit some new cafes and upload photo result by s9900.

WHAT I LOVED
  • Vari-angle LCD
  • Built in Wi-fi and NFC
  • GPS
  • Black color
  • Perfect size and weight
  • Gorgeous design
  • Cheap
  • Great shutter speed.
By the way, Nikon Coolpix S9900 masuk di the 6 best articulated LCD camera to buy 2016, bisa di lihat di sini : http://cameras.about.com/od/reviews/tp/best-swivel-lcd-cameras.htm

Tuesday, March 22, 2016

[Review] Anderson AFE-12-N 1/2

It's my very first time buying electro acoustic guitar directly at a music store. It was difficult to find good store in my town, they offering expensive prices, higher than normal price. I can't understand why this city has high living cost T.T maybe there's some reasons.

I wanted to buy electro acoustic guitar, local or international brand. But i wanted to have one for the best price too, about under $155 (Rp. 2.000.000). I searched it for a week after my last guitar sold at OLX. I browsed the information from the distributors. Citra Intirama, MG Music, Nuansa Musik. I wanted to buy Cort AF510E but it is out of stock at Gramedia. I think they give a nice price every end of the year and big event. But AF510E is kinda rare now. So i moved to Cort SFXE for higher price. I falling in love with the sunburst one. Beautiful colour, beautiful body. But then i changed my mind again. What i really need is smaller guitar(for travelling) like Martin LX1E or Taylor Baby BT2E, but the cheaper one. Taylor GS Mini, oh God, still the most favorite.

Then, finally I bought Anderson AFE12N 1/2 (means 1/2 size of full body dreadnought AFE12N). I love dreadnought and concert body (without cutaway). I falling in love with this 3/4 guitar when i went to the store, was checking the Cort. I don't know whether it's local or international.. But the quality is fine with the budget, Rp. 1.325.000,- after quite sharp bargain. Hoho.

WHAT YOU WILL GET :
Okay, switching to Bahasa. Sayangnya, mereka tidak menyertakan(menghadiahkan) case apapun. Di dalam kardus bonusnya adalah kunci L untuk mengatur truss rod (besi pada neck) dan kabel... (what's?) Kabel jack gitar. Mungkin itu namanya. Kalau pake mobil, enak gan tinggal beli gitarnya doang. Karena aku naik motor (sendiri) jadi beli case sementara casenya gitar classic Yamaha. Harganya 50 ribu. Kalau mau case biasa yang lebih murah bisa cek di toko sports and music yang biasa jual alat-alat olahraga, pancing, gitar, lengkap itu. Bisa ditawar sepertinya. Kalau mau pesan/order case or gig bag bisa langsung di tokonya, prosesnya kurang lebih 3 minggu dengan harga sekitar Rp 300.000, harga bisa berubah sesuai pesanan. 


What I love about this guitar (kelebihan) :
  • Body kecil, pas untuk cewek, gampang dibawa kemana aja.
  • Top Spruce, back&side mahogany, bridge rosewood, fretboard rosewood, senar 0,11.
  • Playability pas.
  • Harga murah, spek standar bagus.
 I also want to give a recommendation about best budget small electro acoustic guitar. Here the list :
  1. Yamaha APXT2
  2. Cort Earth Mini F Adirondack
  3. Taylor Baby BT2E
  4. Martin LX1E
  5. If you have really low budget, you should try Anderson AFE12N 1/2, a nice local small guitar.


I named my guitar AVE.









Thank you for visiting this blog. Have fun, have a nice day! 
Visit my Youtube channel if you want to hear the sound of Anderson 1/2 click this : youtube.com/tyasalfisa5


Tuesday, January 19, 2016

UNBOXING | BEHRINGER UPHORIA UM2 (USB Audio Interface)

Bagi teman yang hobinya recording pasti tau nih audio interface. Kali ini aku bakalan kasih tau pilihan USB audio interface yang terjangkau kalo teman mau bikin home recording studio. Bulan lalu, aku survei kira-kira interface apa yang cocok untuk aku. Kebetulan lagi nyari yang inputnya 2. Untuk mic dan untuk instrumen (gitar). Ada banyak kriteria yang bisa dibatasi kalo teman mau beli alat recording. 

1. Berapa banyak input yang dibutuhkan
2. Colokan inputnya mau yang XLR keduanya atau mau XLR satu dan jack 6.35mm satu
3. Harga man! 
4. Warna :D (kidding)
5. Sample rate

Pilihannya ada :
1. Focusrite scarlett solo (Rp. 1.399.000)
2. Steinberg CI2+ (Rp. 1.170.000)
3. Line6 UX-1 (Rp. 1.400.000)
4. Behringer u-phoria UM2 (Rp. 779.000) 

Itu diatas adalah harga baru semua. Aku beli yang nomor 4, karena ada alat lain yang harus dibeli lagi. So, kali ini otomatis bakal unboxing Behringer U-phoria UM2. 

UNBOXING
Unboxing Behringer U-Phoria UM2
Di dalam box/dus, kita akan dapat manual book, sticker behringer, kabel USB, dan interface itu sendiri guys. 

OVERVIEW



Sample ratenya 48k dB






Thursday, January 14, 2016

(REVIEW) Xiaomi Redmi 2

9 months ago i bought this phone, Xiaomi Redmi 2. I will write down the review of it. I love this device! I am a type of person who pay attention to the detail of everything i will buy, especially electronic stuff. And this phone is good overall. 4.7 inch of display size, 1GB RAM, Android kitkat, MIUI launcher, perfect for low-end segment. For $109.99 or Rp 1.500.000,00 in rupiah, it's a budget phone for young people i guess, it's perfect choice. 


Good :
Perfect size 4.7 inch
Good performance
Good camera quality (MIUI 6)
Good battery life
Light and thin

Bad :
the bad side comes when i upgrade to MIUI 7, the camera and video quality turn bad

Xiaomi adalah salah satu brand handphone china yang saya sukai selain dari brand lain. Xiaomi pun nggak semua tipe nya bagus. Lebih baik pilih baterai yang removable, well tapi itu balik lagi tergantung selera masing-masing. Lalu.. Spesifikasi dan harga adalah 2 hal yang harus diperhatikan. Kenapa pilih Xiaomi ? Karena harga dan spek seimbang. Dan selama beberapa kali ganti hp dalam waktu 5 tahun terakhir, Xiaomi Redmi 2 adalah pilihan yang pas. Rasanya juga saya nggak akan ganti hp lagi, kalaupun rusak, saya akan beli Redmi 2 lagi. Apalagi sekarang sudah ada Redmi 2 Prime. 

Jadi betah ? Betah banget! Bagi yang mau beli hp android 1 jutaan, spek lumayan-bagus-banget, Xiaomi Redmi 1S dan Redmi 2 masuk dalam kategori itu. 

Thursday, September 17, 2015

Review Samson C03U

Well, Samson C03U adalah mic kedua yang aku beli. Got this mic, sekitar bulan April lalu. Sebelumnya aku pernah punya dan me-review Samson Go Mic, setelah dijual, aku rasa harus punya pengganti. Jadi, aku pilih C03U. Again, kenapa mic USB lagi? Karena, aku lebih suka yang portable dan multi pattern mic sih. Walaupun mic ini nggak masuk kriteria portable karna ukurannya besar, tidak seperti Go Mic yang handy banget, but no problem. I love this mic. 

Waktu itu, agak susah mencari toko online yang menjual Samson c03u karena belum re-stock. Tapi aku nemuin link Soraya Musik Jakarta. Aku minta keep dengan DP 400 ribu dan baru dilunasi akhir bulan April. Aku baru sadar nih, baru banget yah punya Go Mic then dijual dan beli yang beda lagi. 

Untuk packaging, simple. What will you get inside box are manual book, CD installer of Cakewalk music software, kabel USbnya, mini tripod, case, and then gear untuk pasang mic ke standar mic stand, dan tentunya Micnya sendiri.

Waktu pertama kali hands on, micnya lumayan berat. Kalo ngga hati-hati, jatuh kena kaki lumayan nih rasanya ㅋㅋㅋ

Ke bagian body. Dibagian depan ada LED yang akan menyala menandakan mic sudah terhubung ke laptop. Di sebelah kiri dan kanan ada switcher yang bisa dilihat sendiri iconnya. Dan di bagian belakang.. nah sebenarnya ini kriteria mic yang aku pilih, yang multi pattern. Sama dengan go mic, c03u juga multi pattern. Ada 3 pola, cardioid, omny cardioid, and -10dB.  Ini banyak kegunaannya guys, bisa buat vokal, instrumen, atau keduanya.

Samson c03u ini, aku beli yg single. Untuk yang lainnya ada yg datang dengan paket recording lengkap kayak headphone, pop filter, dan shockmount tapi harganya lumayan jauh. Yang USB ini aku beli Rp 1,5 juta di Soraya Musik Jakarta (online). 

So, mic ini bagus dan cukup untuk home recording. Waktu itu aku ada liat juga sih di studio recording, walaupun mereka lebih sering pake Neumann, at least i saw c03 there too. Hehe. Ok, segitu aja reviewnya. Untuk hasil suara bisa denger di soundcloud atau Youtube saya. Terima kasih. Have a nice day!




Tuesday, August 5, 2014

Movie Review : RUNAWAY (2014)

This is my first time doing movie review and it's Indonesian movie. Runaway sets in Hongkong, starring Ahmad Al Ghazali Kohler (Al) as Musa, Tatjana Saphira Hartmann as Tala. 
 
I translated the synopsis from XXI.
Tala live with her mother and her uncle in Hongkong. Her mother (Dewi Irawan) who was an  ex-female worker (TKW in bahasa Indonesia) is sick and needs medical treatment.They are trapped because their passport is in problem, they are illegal in Hongkong. Finally, Tala following her uncle, Toni (Edward Akbar) who is habitually to gambling and drunk and Tala became a street pickpocket.

Once Tala pilfer wallets and passports belonging to Musa (Al Ghazali), the only son of Surya Djatmoko (Ray Sahetapy) a businessman who intends to expand its financial business in Hong Kong. Genesis was the beginning of the first meeting Tala and Musa, who got stuck and always trying to run away from their problems.  For Musa, Tala is the answer to all boredom and anger at his father. Instead, Tala saw Musa is a way out of all difficulties of life in this foreign land. Once finally, they found true love, grow in their hearts, but they do not see no future for their relationship. Tala realizes that his relationship with Musa is not real. They come from two different worlds. However, this time they dont know what else to run to.

Watch trailer : RUNAWAY Trailer 
 
I have no idea about this movie before I watch it. But I always read the movie synopsis first before going to cinema. The plot is quite interesting but the first point that I love is the place sets, Hongkong. And my anxiousness was paid.. I really enjoy this movie. The movie's plot is light even with the serious conflict but I found some lil comedy in its plot. I love Al Ghazali in real life and in this movie. They look the same. While Tatjana Saphira, it is my first time to know her name. All I wanna say is this is a good film. Good job for all stars and good job for all people behind this movie. And also good job for anyone who starring the mafia, you all did some horrified moments, hair-raising, and horrible parts. At the end, this movie makes me speechless and wanna cry but I didn't. I just wanna re-watch this movie if I can.


Ray Sahetapy
Ray Sahetapy

Friday, June 27, 2014

Review Samsung GT-I8262 (Samsung Galaxy Core Duos)

2 bulan yang lalu, 'proposal' saya ke papa disetujui. Thanks papski karna bantu saya membeli hp baru. Kenapa pilihan saya jatuh ke core duos ? Karena hp ini sudah saya incar dari setahun yang lalu. Awalnya saya berencana beli Lenovo atau iphone tapi pilihan saya kembali kepada core duos ^^

Waktu SMA, saya bukan anak IPS dan tentu nggak jago pelajaran Ekonomi tapi semenjak kuliah jadi paham gimana menggunakan uang sebaik-baiknya walaupun dalam waktu 2 tahun juga nggak ada peningkatan berarti di keuangan saya, hanya BELUM saja. kkk~ Makanya saya pikir matang-matang sebelum membeli yang baru. Ini juga udah cukup mahal bagi saya yang masih nganggur :'( ups, okay diskip aja cerita nganggurnya :'D

Saya memang cari hp yang dual sim. Sebelumnya saya pake Samsung young duos yang layar dan RAMnya lebih kecil yang juga dual simcard. Waktu itu beli samsung young duos waktu saya pertama kali gajian (juli, 2012), seneng banget! Tapi akhirnya dijual untuk bayar kuliah dan di kasih hp lagi sama mamah di tahun 2013 (hp yang sama tapi beda warna) karna waktu itu saya lagi krisis dan sudah berenti kerja. 

Saya pilih warna putih karna pilihan warnanya cuma 2, putih en biru tua. Kalo ada warna hitam pasti saya pilih yang itu. Harganya 2 bulan yang lalu 2,2 juta, not include external memory card but bonusnya anti gores.

Untuk performance saya suka. Nggak ada yang berarti sih, bagi saya ukuran layar, ukuran RAM dan internal memori, CPU, OS, resolusi kamera, dan harga yang menjadi pertimbangan saya sebelum membeli HP baru.


Untuk music atau mp3 playernya saya kurang begitu suka. Jadi saya download aplikasi Music ukurannya cuma 8,93 MB.

Untuk video player, saya pake MX Player Pro .

Launcher favorit saya yang pertama GO Launcher, tapi sekarang saya pake Dodol Launcher.

Udah segitu aja :D 

Kelebihan :
Ukuran layarnya 4.3". Pas banget, nggak kekecilan, ngga kebesaran
Ada kamera utama en kamera depan

Kekurangan :
Baterainya cepat habis
Memori internal di spesifikasi tertulis 8 GB, kenyataannya di dalam HP cuma 4 GB,  but it's okay
Nggak ada LED notificationnya 

Some photos:


Friday, April 18, 2014

Unboxing Nikon Coolpix P520

1 month ago I got my camera! It's Nikon Coolpix P520. This is the 3rd post about my new cam, aha. Never mind. It's time to re-unboxing it and see what's in the box. All photos in this post was taken by Nikon L320 (my mom's cam).











AV TV Cable was available too in the box, but my mom was put it on unknown place. In the next post, I will share some photos taken by Nikon P520.