Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts

Wednesday, July 5, 2017

Riding to Samboja // Naik Motor ke Samboja

오랜만이야.. It's been a long time, i really want to post a story about travelling. It's not travelling though, but it is my first time riding out of the city, at least "out". I'm not riding lover, but i love this short trip. In October 2015, i once joined my friend's bike tour to Tenggarong but i didn't drive, so it's different thing. 

I'm.. being lazy a lot since i don't have camera. I trust digital camera pretty much than my smartphone's cam. But since i love to capture a lot, i'll saving more to get new camera. I would post 'photography' often. Not much to tell. I'm still feeling so tired. I've been planned this since 1 year i believe. To meet my friend there who's already have her second babies.. I love the journey, 2 hours riding my bike, follow the long straight road from Balikpapan. 



this was not long trip i guess, and i did not capture much, just a few places cause we were in hurry.. But i'm telling you, when you go on trip by car and bike, it is two very different things. Beda banget rasanya. Kalo buat cewek, pasti lebih enak/prefer mobil deh. Karena apa ? Satu, make up nggak luntur kena keringet. Dua, nggak kepanasan. Tiga, bisa tiduran ahaha. Tapi pengalamannya lebih terasa pas naik motor. Believe me. Kepanasan, kedinginan, keringetan, resiko. Bedak, lipstik luntur kena masker. I'm interest on it.

Kami start dari rumah jam 3, Minggu sore dan sampai di Samboja, tepatnya di Sanipah sekitar jam setengah 6 sore. Nama nama kelurahan di Samboja pake nama daerah jawa gitu. Kayak Wonotirto, Argosari, Margomulyo. Berasa di Jawa :D

Samboja is my grandma hometown, i am curious how if i live there. So i asked my friend to stay at her house for one day with my brother, karna kalo berhari-hari bisa ngga enak, takut ngerepotin. Samboja itu punya 21 kelurahan. Yang saya inget sih yang tadi Wonotirto, Amborawang Darat, Sanipah, Kuala, Tanjung Harapan, Teluk Pemedas, dll. Semuanya bisa dilalui lewat satu jalur guys. Jadi tuh bener-bener kayak jalan lurus gitu, kita bakal ngelewatin kelurahan-kelurahan di Samboja sekaligus. Keren tidak? Tapi kami cuma sampai Sanipah, nggak terus ke Handil. Kalau terus lagi, bisa bisa tembus ke kota Samarinda.


Sapi sapi besar makan rumput
Di sepanjang jalan melewati berbagai kelurahan tsb, banyak pemandangan bagus. Jaraknya pendek tapi worth it. Ada semacam kebun di Wonotirto, fyi di Wonotirto pemandangannya paling menarik. Ada lahan hijau yang lumayan luas, didalamnya banyak sapi sapi besar lagi makan rumput. Ada area persawahan juga yang saya yakin kalo sore hari bakalan sejuk banget. Tapi pas waktu pergi, kami nggak sempatin mampir karna sudah dekat maghrib. 




Sampai disana, malamnya cuma silaturahmi terus tidur. Besoknya langsung balik ke Balikpapan dan nyempetin ke pantai di Teluk Pemedas, nama pantainya pantai Pemedas. Lumayan terkenal dan banyak pengunjung di hari Senin. Awalnya kami bingung karena jarak pantai satu sama yang lain sangat berdekatan. Pantai pertama yang kami lihat adalah Pantai Pelangi, beberapa puluh meter kemudian ada lagi pantai Pemedas, satu lagi saya lupa.

Pintu Masuk Pantai Pemedas
Sekitar jam 12 siang, tengah hari guys, matahari di atas kepala banget itu. Kami pilih pantai Pemedas, tiket masuknya 5 ribu. Pantainya pendek, pengunjungnya ramai walau di hari Senin dan di siang bolong. Ada wahana nya gitu, ada banyak warung yang berjajar, dan paklek jualan es. Yha, seperti pantai pada umumnya. Cuma sangat sayang, pantainya kotor. Banyak sampah. Kalau di lautnya bersih. Banyak banget keluarga yang pada piknik, bawa tikar sendiri, ada juga yang nyewa. Makan bareng, foto bareng, atau sekedar duduk-duduk santai. Ada juga yang hammockan. Kalo nggak salah sih 3 cowok gitu sengaja bawa hammock. Kalau di Balikpapan ga bakalan deh pantai kota seramai ini di waktu siang.


Me (left), my brother (right)

 

Novid


Kami cuma mampir sebentar, sekitar setengah jam lalu balik ngelanjutin perjalanan pulang. Sampai di Wonotirto turun sebentar ke sawah, ada jembatan kayu panjang membelah area persawahan yang konon sering dijadikan latar potret pre-wedding dan tempat hunting paling menarik.


So, that's all we got. Sampai di Balikpapan sore hari. Cukup lelah daripada waktu berangkat.

Thursday, July 24, 2014

Loa Kulu, My 2nd Hometown

Loa Kulu is one of Kutai Kartanegara's subdistrict. It's in East Borneo (Kalimantan, Indonesia). I've been live there for about 10 years before I moved to Balikpapan in 2011. Loa Kulu is a large subdistrict. But I think it's not a big round area, just a costal area of Mahakam river. And I used to live in Loa Kulu Kota when I was there. Loa Kulu Kota is one of villages in Loa Kulu. You could see the complete areas in Wikipedia Loa Kulu. 

By the way, this year my family deciding to return home (last year we were in Tanjung Tabalong celebrated the Idul Fitri, my first hometown), but this year we'r gonna go to Loa Kulu. So, as long as one week I'm gonna explore this place, my second hometown though. Maybe not too much to rove but I think I'm gonna share awesome spots and places in Loa Kulu especially Loa Kulu Kota, Loh Sumber, Ponoragan, Rempanga and also Tenggarong. Tenggarong is capital city of Kutai Kartanegara which is popular with its Museum and Pulau Kumala (Kumala Island and also its bridge that connect Tenggarong and Tenggarong Seberang, which is collapsed in 2011.

Before collapse, edukatif.blogspot.com
I'm growing up in those both places, Loa Kulu and Tenggarong. So, in next post I will share some photos and my happiness in Loa Kulu.