Showing posts with label BOOK. Show all posts
Showing posts with label BOOK. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

My 20' in Korea 'Fighting...!!!' by Aulia Djunaedi

Saya baru sampai halaman 218 membaca buku ini. Buku yang sebenarnya bukan saya beli sendiri ini sudah lama incar. Dari awal bulan Januari 2014 kemarin saya memang membidik buku ini di susunan salah satu rak buku Gramedia. Sebelumnya jujur saya menyukai novel fiksi tapi makin kesini setelah suka dengan apapun yang berkaitan dengan travelling, saya coba cari buku yang berdasar pada kisah nyata, catatan perjalanan, catatan hidup, seperti itu.

Kali ini juga saya nggak berbahasa Inggris, memberanikan diri karena saya sebenernya nggak pede untuk 'curhat' kayak gini. But I do love this book. Saya sangat sayang makanya saya hanya membaca sedikit-sedikit, sayang rasanya cepat-cepat menghabiskan karena saya suka jalan cerita dan isinya. Buku ini menceritakan perjuangan penulis bertahan hidup di Korea.

Ka Aulia atau Olia atau saya pernah memanggil Unnie adalah kelahiran Surabaya. Olia unnie menyelesaikan  S1nya di fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya, lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di Korea Selatan. 

Saya sangat kagum dengan prestasi dan kerja keras beliau. Saya sudah menjadi teman facebook ka Olia sejak saya membidik buku ini di Gramedia. Saya tidak mencatat nama atau memotret bukunya, tapi saya menghafal namanya dan sampai dirumah baru saya add beliau. Saya pikir semua penulis itu sama. Sama-sama hebat, sama-sama pintar, berpendidikan tinggi tapi saya salah. Ka Olia lebih dari itu saya kira, sayapun merasa belum pantas ngobrol sama beliau apalagi hanya melalui obrolan di facebook. Tapi unnie selalu membalas pesan saya dengan sangat baik dan friendly. Di facebook, email, LINE, kakaotalk. Semakin jauh saya membaca bukunya, semakin saya merasa tidak enak, ngerasa nggak pantas tapi saya pengen banget memberitau unnie kalo saya sangat suka bukunya.


Postingan ini juga sebenernya nggak pernah saya rencanain. Saya udah lama banget nggak nulis apa-apa. Tapi saya coba mulai lagi, untuk penghargaan setiap idola saya dan saya mau cerita ini ada di blog saya.

Dan untuk para pembaca blog saya, Terima Kasih.. *bigsmile
Saya ada beberapa fotografi dari buku kesayangan saya ini.

Add caption


My 20' in Korea 'Fighting...!!!'

My 20' in Korea 'Fighting...!!!'

My 20' in Korea 'Fighting...!!!'
My 20' in Korea 'Fighting...!!!' Author

Sunday, February 16, 2014

Hafalan Luar Kepala : Bahasa Mandarin



Kali ini saya mau review buku yang sekitar 2 tahun lalu saya beli di Gramedia. Mungkin karena jarang dibaca, cuma dibuka-buka sekilas doang jadinya baru sekarang saya kepikiran buat mendalami. Judulnya Hafalan Luar Kepala Bahasa Mandarin. Buku saku ini saya beli seharga Rp 28.000 waktu itu, 9 Juni 2012. Note : Saya selalu menulis tanggal beli atau tanggal selesai baca di halaman depan atau belakang buku. 

Bagian belakang buku :

Banyak orang yang “frustasi” ketika belajar bahasa asing. Mereka berhenti belajar sebelum benar-benar menguasai bahasa tersebut, utamanya secara lisan. Practice makes perfect! Kunci pinter ngomong pakai bahasa Mandarin adalah berlatih, berlatih, dan terus berlatih. Buku ini sengaja disajikan dalam ukuran saku agar kegiatan belajar dan komunikasi menggunakan bahasa Mandarin bisa berlangsung di mana saja dan kapan saja. Andapun akan bisa ngomong Mandarin luar kepala.

Buku ini saya beli sebulan sebelum chat terakhir dengan xiaoshan (yang mana saya jadikan cerita pertama di My Abroad Friend Stories). Saya lupa tujuan saya beli buku ini apa tapi yang pasti sekarang ada manfaatnya terkait keinginan dan rencana saya untuk bertolak ke China dalam waktu 2 tahun ini. Who knows? Mungkin readers yang juga seorang pemimpi atau perencana bakalan ngerasa kalau ini rencana sungguhan dan mungkin ngerasa excited. Tapi entar ajalah saya jelasin soal rencana yang itu. Hihi.

Back to the book!

Buku bahasa Mandarin ini adalah karya Tjong Lien, dkk. dan  merupakan cetakan pertama, tahun 2010. Saya memang suka buku berukuran kecil tapi tebal. Jadi lebih mudah dibawa kemana-mana dengan tas kecil juga. Covernya warna merah, China memang identik dengan merah I guess.

Total halamannya ada 276 halaman dan di setiap judul atau tema conversationnya disediakan atau dilampirkan juga kosakata baru/new words berupa 4 bentuk bahasa yaitu bahasa Inggris (English), Hanzi, tulisan latin(bacaannya/pronounciation) dan artinya sendiri dalam bahasa Indonesia.
Ada banyak sekali contoh dialog atau percakapan yang bisa kita pelajari dalam buku ini. Mulai dari Greetings, Daily Activities, Talk about Weather, At the Café, At the Cinema, dan lainnya. Ada 66 sub judul/tema percakapan yang dicontohkan dalam bentuk percakapan/dialog A-B-A-B. Walaupun enggak semudah itu melafalkan atau menguasai bahasa Mandarin ini sendiri, tapi setidaknya buku ini bisa jadi penolong darurat kita saat kesusahan berbicara dalam bahasa Mandarin. Saya sendiri hanya sekedar baca-baca atau nginget satu persatu kata dan artinya.



Belajar bahasa asing dengan bantuan guru atau pembimbing adalah cara yang paling efektif menurut saya, karena para guru, dosen, pengajar atau apalah sebutan lainnya mereka pasti mempunyai urutan belajar atau tahapan yang dipersiapkan untuk mengajar agar hasilnya maksimal. Dibandingkan dengan kita yang serba ingin cepat bisa dan cepat lancar (instan!) tapi belum tentu hasilnya juga maksimal kecuali sudah pernah belajar basicnya. Sekedar informasi bahwa yang saya tau di Cina itu ada banyak bahasa dialek. Contoh besar Potunghua (Mandarin), Gan, Hakka, Min, Wu, Xiang dan Yue (Kanton). Banyak kan ? o_O Kalau mau tau lebih lengkap bisa googling sendiri hihi atau baca selengkapnya di SINI.

At last, buku ini sudah sangat cukup baik bagi yang ingin belajar atau memperlancar atau sebagai penolong dalam berbahasa Mandarin. Buku ini menjadi pegangan kuat saya untuk belajar bahasa Mandarin. Tapi readers jangan salah paham dulu. Kepercayaan diri saya yang tinggi untuk me-review buku ini ngga menjamin bahwa saya sudah bisa bahasa Mandarin T_T sedikitpun enggak! *sad* Tapi kalo ngebaca dikit-dikit sih bisa (sudah pasti bukan baca hanzi nya). Thanks for reading, yang semangat ya belajar bahasa asingnya!

Monday, February 3, 2014

Review TRAVELLOUS by Andrei Budiman



Hari Jum’at tanggal 30 Januari 2014 kemarin seperti yang saya posting di entry sebelumnya, saya beli 2 buku di Gramedia. Hari ini saya selesaikan baca Travellous. 239 halaman Travellous karya Andrei Budiman bener-bener bikin semangat saya berapi-api! Berasa masih keciiiil sekecil titik pensil 2B yang habis diraut. Saya belum pernah melakukan perjalanan jauh sendirian walaupun di Indonesia(kecuali Surabaya) sedangkan Andrei Budiman, mungkin saya harus memanggilnya om :D atau guru karna saya percaya dengan semua pengalamannya yang menakjubkan bisa membuat saya merinding selama baca buku ini. Bukan tanpa alasan. Banyak sekali kekaguman saya setelah membaca novel atau buku karya beberapa penulis yang kebanyakan berasal dari pulau Jawa. Tapi kali ini ka Andrei (kalo dipanggil om nanti tersinggung), ya ka Andrei yang berasal dari pulau yang sama dengan tempat kelahiran saya, Kalimantan Selatan berhasil dengan menyuntikkan semangat kepada saya yang juga seorang pemimpi. 

Kalau biasanya saya cepat bosan atau kadang pengen banget cepet-cepet baca endingnya buku, kali ini Travellous ngga seperti itu. Sama sekali ngga. Saya sangat menikmati membaca Travellous. Saya mungkin reviewer terpayah karena nggak bisa mendeskripsikan bagaimana alur cerita, plot, dan sebagainya walaupun nilai ujian Bahasa Indonesia saya dulu peringkat 2 tertinggi setelah nilai Bahasa Inggris (sombong).. tapi saya emang ngga bisa jelasin. Cerita Travellous sukses bikin saya nahan ngantuk dan beberapa detik kemudian tertidur sampe pagi! (Argh, sudah saya duga saya reviewer terburuk dan paling norak di Indonesia). 



Gimanapun review saya kali ini, Travellous adalah buku pertama yang membuat saya pengen nge-review dan ngasihtau ke pembaca/pengunjung blog saya bahwa ini buku bagus! Demi apa pun Travellous is the best untuk seorang pemimpi. 

Saya pengen banget suatu hari nanti ketemu langsung sama ka Andrei Budiman entah dalam situasi kebetulan ketemu di mall, bioskop, lokasi syuting filmnya, atau dimana aja --“ at least sebagai fans lah yang penting ketemu deh! 

Sekedar informasi, bahwa saya dilahirkan di kabupaten Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. Waktu yang diperluin untuk ke Banjarmasin mungkin sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan via transportasi darat. What a surprised thing deh bisa tau kalo penulis yang saya kagumi juga berasal dari tanah Banjar ^^

Terakhir. Saya merasa beruntung banget bisa dapet buku Travellous ini di menit-menit terakhir saya sudah kecapekan cari-cari buku di Gramedia waktu itu. Tiba-tiba aja saya ngeliat cover buku Travellous yang ngga asing didepan saya (emang waktu itu saya lagi gencar-gencarnya googling dan liat-liat buku bergenre travel book di GoodReads dan ketemu Travellous sebagai recommended book), langsung saya ambil! Dan ternyata ada potongan harga, Alhamdulillah. *Walaupun mungkin saya merasa jadi orang paling telat dapetin buku ini, hmpphh*

Anyway, bulan ini saya banyak banget list to do dan seriously wanna do that list berkat buku Travellous ini. Of course, semakin banyak impian yang harus cepat-cepat saya buktikan dengan cara merintisnya dari usaha-usaha terkecil sampai benar-benar jadi keajaiban yang besar. Bulan ini, bulan Februari semoga penuh berkah. Amin. Take care dreamers!