Search This Blog

Saturday, March 5, 2016

What Is Your Purpose ?



Ini adalah tentang hal-hal apa saja yang sering muncul di keseharianku setelah lulus kuliah or maybe setelah 2 bulan habis kontrak kerja. Aku punya 2 pilihan. Untuk tetap sibuk atau punya waktu bersantai dan jalan-jalan lebih banyak. Kesempatan yang kedua itu bukan jalan-jalan menghabiskan rupiah. Jalan-jalan tidak selalu sama dengan liburan. You know. Langsung pada dasarnya. Aku selalu prihatin dan khawatir tentang kehidupan di luar sana. Kehidupan yang jauh lebih berat dari apa yang kita alami. I mean, we are still young and energic. But sometimes we feel useless, right? Sangat disayangkan namun itulah kenyataannya. Itu adalah masalah kecil yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri. Belum lagi masalah yang datang dari luar seperti pekerjaan, percintaan, pertemanan, keluarga. Well, aku tau kita semua berjuang demi hal yang kita tujukan. Tapi setidaknya jika dibandingkan dengan orang tua kita dan orang tua yang lainnya, apakah cukup pantas kita untuk sering mengeluh ? Atau lemah dan menyerah pada hal kecil. Jangan cengeng karena putus cinta. Satu hal mengapa itu menyakitkan pada akhirnya adalah karena semua itu awal perbuatan setan. 

Aku punya teman, teman baik, tidak dekat tapi dia yang paling dekat yang bisa aku andalkan kalo pengen cerita. Bukan pemberi saran yang baik, tapi pendengar yang baik. Dan aku tau dia sangat peduli. Tapi ada 1 hal yang ngga aku suka dari dia. Satu hal. Dia selalu membahas tentang cowok. Terakhir kali aku nggak tahan, aku tekankan kalau aku tidak suka membahas lelaki, bukan prioritasku sekarang. Bukan karena habis ditolak atau dikecewakan, tapi memang belum waktunya dan belum tujuannya. Aku akan lebih senang pertemananku memiliki obrolan yang fleksibel dan luas. Tidak melulu soal cinta. Cinta bisa kau atasi sendiri. Aku lebih suka obrolan serius yang bisa membawa besar kecilnya perubahan untuk kehidupan kami. Tentu saja pria termasuk di dalamnya (hanya jika kamu sudah akan menikah, tapi kalau soal pacaran NO). Contohnya ngebahas soal perekonomian Indonesia saat ini ( ya kalee). Prihatin ngga sih ? Jelas. Kalau bukan anak muda yang mikirin itu siapa lagi ? Semua di mulai dari hal kecil, semua di mulai saat masih muda. Masa depan tergantung dari apa yang kita lakukan saat ini. Contohnya : Sosial media yang dasarnya tempat berkomunikasi dengan teman lama dan teman baru, tapi sebagian pintar mengambil kesempatan bisa dipakai untuk berdagang dan beriklan. 

Tadi siang aku keluar sebentar untuk beli beras. Lalu aku memutar balik untuk withdrawal. Sebelum sampai ke ATM, aku liat kakek menuntun sepedanya yang diatasnya ada lemari kecil, dia menuntun dan kelihatan lelah sekali. Sambil tertunduk-tunduk, berjalan sedikit lesu di sisi jalan dan mobil membunyikan klaksonnya. Aku pun melewati kakek itu. Aku lihat sekilas wajahnya capek sekali. Aku ingin sekali meringankan bebannya. Aku lalu putar balik dan berhenti di toko yang didepannya ada ATM. Aku masuk dan membeli air mineral botol yang dingin seharga Rp 2.500. Tidak jauh kemudian, aku lihat kakek itu akan melewati toko itu, saat ia sudah dekat, aku langsung menyebrang jalan. "Ini air untuk bapak", sambil tersenyum lega akhirnya bisa memberi sesuatu. Beliau tidak mengatakan apa-apa dengan jelas, aku rasa itu "...iya..", dengan ekspresi kecapekan. Lalu ia menaruh botol minum itu didalam lemari yang ia bawa. Dan aku kembali ke ATM.



Itulah yang selalu ingin aku lakukan untuk orang tua yang sendirian di jalan. Tapi tidak semua mau menerima bantuan. Bahkan jika aku tidak punya apa-apa, aku akan membantu dengan tenaga. Ini adalah salah satu tujuan hidupku yang paling besar. Membantu orang yang membutuhkan bantuan.Apalagi mereka sudah tua. Aku langsung sadar 1 hal. Tidak perlu mengeluh. Bersyukurlah. Semua yang di dunia ini sudah di atur oleh-Nya. Setelah ini aku yakin, tidak ada hal yang perlu kutakuti lagi selain Dia. Menulis adalah salah satu caraku untuk memutuskan sesuatu, menyimpulkan sesuatu atas kejadian yang aku alami belakangan dan hari ini. Aku rasa Allah punya cara-Nya sendiri untuk membuatku sadar bahwa tidak ada yang perlu ditakuti, termasuk menerima pekerjaan baru. Apapun prosesnya, tujukanlah untuk hal-hal yang baik. 

Terima kasih sudah membaca personal life story aku. Semoga di mengerti dan membantu sedikit banyaknya. Be happy, be thankful, have a nice day!