Search This Blog

Tuesday, July 4, 2017

Riding to Samboja

오랜만이야.. It's been a long time, i really want to post a story about travelling. It's not travelling though, but it is my first time riding out of the city, at least "out". I'm not riding lover, but i love this short trip. In October 2015, i once joined my friend's bike tour to Tenggarong but i didn't drive, so it's different thing. 

I'm.. being lazy a lot since i don't have camera. I trust digital camera pretty much than my smartphone's cam. But since i love to capture a lot, i'll saving more to get new camera. I would post 'photography' often. Not much to tell. I'm still feeling so tired. I've been planned this since 1 year i believe. To meet my friend there who's already have her second babies.. I love the journey, 2 hours riding my bike, follow the long straight road from Balikpapan. 



Ini bukan perjalanan yang begitu panjang i guess, dan saya nggak motret banyak tempat, hanya beberapa aja karena diburu waktu. But i'm telling you, bepergian naik mobil dan naik motor apalagi mengendarai sendiri motornya, itu hal yang jauh beda. Beda banget rasanya. Kalo buat cewek, pasti lebih enak/prefer mobil deh. Karena apa ? Satu, make up nggak luntur kena keringet. Dua, nggak kepanasan. Tiga, bisa tiduran ahaha. Tapi pengalamannya lebih terasa pas naik motor. Believe me. 

Kami start dari rumah jam 3, Minggu sore dan sampai di Samboja, tepatnya di Sanipah sekitar jam setengah 6 sore. Nama nama kelurahan di Samboja pake nama daerah jawa gitu. Kayak Wonotirto, Argosari, Margomulyo. Berasa di Jawa :D

Samboja itu sebenarnya kota asal nenek dari mamah, dan sangat penasaran sih gimana rasanya tinggal disana. Jadi, saya minta ijin temen buat nginap satu hari, karna kalo berhari-hari bisa ngga enak, takut ngerepotin. Samboja itu punya 21 kelurahan. Yang saya inget sih yang tadi Wonotirto, Amborawang Darat, Sanipah, Kuala, Tanjung Harapan, Teluk Pemedas, dll. Semuanya bisa dilalui lewat satu jalur guys. Jadi tuh bener-bener kayak jalan lurus gitu, kita bakal ngelewatin kelurahan-kelurahan di Samboja sekaligus. Keren tidak? Tapi kami cuma sampai Sanipah, nggak terus ke Handil. Kalau terus lagi, bisa bisa tembus ke kota Samarinda.

Sapi sapi besar makan rumput
Di sepanjang jalan melewati berbagai kelurahan tsb, banyak pemandangan bagus. Jaraknya pendek tapi worth it. Ada semacam kebun di Wonotirto, fyi di Wonotirto pemandangannya paling menarik. Ada lahan hijau yang lumayan luas, didalamnya banyak sapi sapi besar lagi makan rumput. Ada area persawahan juga yang saya yakin kalo sore hari bakalan sejuk banget. Tapi pas waktu pergi, kami nggak sempatin mampir karna sudah dekat maghrib. 




Sampai disana, malamnya cuma silaturahmi terus tidur. Besoknya langsung balik ke Balikpapan dan nyempetin ke pantai di Teluk Pemedas, nama pantainya pantai Pemedas. Lumayan terkenal dan banyak pengunjung di hari Senin. Awalnya kami bingung karena jarak pantai satu sama yang lain sangat berdekatan. Pantai pertama yang kami lihat adalah Pantai Pelangi, beberapa puluh meter kemudian ada lagi pantai Pemedas, satu lagi saya lupa.

Pintu Masuk Pantai Pemedas
Sekitar jam 12 siang, tengah hari guys, matahari di atas kepala banget itu. Kami pilih pantai Pemedas, tiket masuknya 5 ribu. Pantainya pendek, pengunjungnya ramai walau di hari Senin dan di siang bolong. Ada wahana nya gitu, ada banyak warung yang berjajar, dan paklek jualan es. Yha, seperti pantai pada umumnya. Cuma sangat sayang, pantainya kotor. Banyak sampah. Kalau di lautnya bersih. Banyak banget keluarga yang pada piknik, bawa tikar sendiri, ada juga yang nyewa. Makan bareng, foto bareng, atau sekedar duduk-duduk santai. Ada juga yang hammockan. Kalo nggak salah sih 3 cowok gitu sengaja bawa hammock. Kalau di Balikpapan ga bakalan deh pantai kota seramai ini di waktu siang.


Me (left), my brother (right)

 

Novid


Kami cuma mampir sebentar, sekitar setengah jam lalu balik ngelanjutin perjalanan pulang. Sampai di Wonotirto turun sebentar ke sawah, ada jembatan kayu panjang membelah area persawahan yang konon sering dijadikan latar potret pre-wedding dan tempat hunting paling menarik.


So, that's all we got. Sampai di Balikpapan sore hari. Cukup lelah daripada waktu berangkat.