Tuesday, January 19, 2021

Unboxing & Review Headset COPPER Cozy Series

 


Kalau kalian lagi cari headset jenis earbud atau half in ear monitor, ini bisa jadi pilihan yang terjangkau dan karakternya juga cenderung flat, soundstage nggak sempit, bonus circle pouch juga.

Tuesday, January 5, 2021

Mind and The City Series - A 'Lil Hope

a 'lil hope 


"jadi, mau coba nggak ?", tanya Ayu

"i don't wanna put a hope ay, yang kemaren aja belum ada panggilan."

"yaudah, aku juga apply gimana ?",bujuk Ayu lagi

"hmm.. okay kamu yang kirim email ya."


It was November 2019. Ayu dapat broadcast chat dari teman sekampusnya. Isinya lowongan kerja, urgent. Sebelumnya, di bulan yang sama.. November 2017. Ayu juga pernah tes bareng aku untuk masuk ke perusahaan yang sama, tapi aku yang lolos. 2 tahun kemudian, kontrakku habis. Aku sempat kerja di pameran buku Malaysia, Big Bad Wolf selama 2 minggu dan dapat undangan nyanyi di event Telkom. Ternyata, penghasilan dari 2 event itu disiapkan Allah untuk pegangan aku berangkat ke site. Ya, Alhamdulillah. Hasil bujukan Ayu, aku dipanggil tes kerja dan lolos. "4 months won't be that long, right ?," meyakinkan diri sendiri.

Long story short, berangkatlah aku ke site. I won't tell where the place because it's not about my job but.. my courage to take that chance. Alasanku cuma 1, gajinya nanti untuk mamah umroh. Jadi apapun rintangan dan tantangannya, cuma 1 alasan itu yang bisa buat aku bertahan. 4 months, gajinya untuk umroh ?! Besar dong ? Yups. Untuk orang awam, yes. Tapi untuk orang yang menjalani pekerjaan tersebut, ya itu sebanding dengan resiko kerjanya.

Apa aja resikonya ? 

Ceritanya di mulai dari 20 November 2019. Aku berangkat menggunakan pesawat terbang bermuatan 42 penumpang. Di tiket pesawat yang aku dapat dari tim HR, aircraftnya ATR 42. Ini adalah penampakan pesawatnya :


Diantar mamah dan Ayu ke bandara, ini jadi penerbangan pertama ke site. Setelah naik ke pesawat, aku menaruh tas ransel berisi laptop 11 inch punya Ayu di kabin. Pesawatnya terasa lebih kecil daripada jumlah penumpangnya. Seatnya dua kanan, dua kiri. Aku duduk didekat jendela di sebelah mas-mas yang badannya lumayan besar. Aku mengutak-ngatik swing AC di atas kepala yang terasa hangat udaranya, tapi nggak ada perubahan. Sejak masuk pesawat sampai take-off, udara di dalam pesawat benar-benar panas. Mas-mas di sampingku mengusap keringatnya pakai tissue. "Kayak di sauna ya mbak", katanya. Aku lumayan ke distract karena take-offnya agak goyang. Padahal ini bukan pertama kali aku naik pesawat baling-baling. 

Di tengah penerbangan, pramugari mengabarkan kalau cuaca sedang tidak baik dan penumpang diharap tenang. Setelah itu ada beberapa kali turbulence, aku cuma bisa melihat awan-awan lewat jendela. Sampai akhirnya berubah jadi hutan lebat. Pesawatnya perlahan mulai terbang rendah diatas hutan. Lebat banget pepohonannya. Kayak, mau landing di hutan but hey! nggak gitu tyas. Setelah landing, baru sadar kalau bandara nya juga basah, ternyata emang cuacanya nggak bagus karna hujan.

Pas nunggu ambil koper, aku sempat kebingungan, what's next ? Tapi ternyata sudah ada yang jemput aku untuk ke hotel, kata sekretaris yang aku hubungi sebelumnya. Aku dikasih waktu 3 hari untuk cari tempat tinggal sendiri dan sementara tidur di hotel. Penerbangan jam 12, sampai di hotel sekitar jam 3an dan besok paginya adalah hari pertama masuk kerja. Aku sudah diberitau kalau berangkat kerja nya jam setengah 5 subuh. Jadi harus bangun sekitar jam 4 subuh. Ini aku jalanin aja gitu, yang penting coba. Bagi orang yang takut gelap dan sepi apalagi cewek, ini adalah rintangan nomor 1 yang harus dihadapi. Denger-denger sih ada hotel angker di daerah ini, but i don't know which hotel. 

To be continued...





Saturday, January 2, 2021

Rekomendasi Earbud Dibawah 200 Ribu Terbaik

Halo!
Kalau ada yang lagi nyari earphone jenis earbuds dengan harga terjangkau, artikel ini cocok! Let me tell you. Aku lebih suka earphone jenis earbuds daripada in ear monitoring. Karna soundstage nya luas dan nggak gampang capek pakenya. Aku ngga tau ya mungkin ada IEM yang nyaman dipakai tapi sejauh ini aku pernah coba IEM 1more, KZ ZSN Pro, dari kualitas audio aku suka banget tapi kalo pake lama agak capek telinganya.

Aku bukan ahli ngebahas audio tapi kalau untuk earbuds lumayan tau. Sejauh ini yang pernah aku coba :
  1. Headset Sony Walkman
  2. Headset Samsung Galaxy Duos
  3. Headset Blackberry Gemini
  4. Headset Blackberry OEM
  5. Philips SHE1350 (ini aku beli 2 kali)
  6. Headset Blackberry Aurora
  7. Edifier H101
  8. Edifier H185
  9. Seahf AWK F32
  10. Copper Cozy Series
  11. Headset iPhone 7 Plus
  12. Sony MDR E9LP
  13. Headset Nokia 5.3
  14. Edifier H180
Dari semua yang aku coba sesuai selera, the top 3 under 200 ribu ada Copper Cozy Series, Edifier H180 dan Edifier H185. Mungkin Philips SHE1350 dan headset bawaan Blackberry bisa masuk top 5 karna karakternya mirip2 Edifier. Kalau headset bawaan Sony dan iPhone di skip aja yah karna dari harga udah jelas jauh, alright!

The best choice for under 200k are :
  1. Edifier H185
  2. Edifier H180
  3. Edifier H101
  4. Copper Cozy Series (120k diskon jadi 60k)
  5. Philips SHE1350
Untuk yang punya telinga kecil, pilihan earbuds diatas cocok karna ukuran housingnya 14.8mm, kualitas suaranya rata2 V shaped. Tapi Edifier H185 bassnya cenderung tight, cepet, nggak boomy. Kalo mau bass yang boomy, Edifier H180 lebih boomy. Treble nggak nyakitin, vokalnya agak mundur tapi clear. 

Kalau Copper Cozy Series ini adalah earbuds baru dari Copper Indonesia. Mereka masih ngasih diskon 50% untuk semua headsetnya termasuk yang IEM dan Copper Cozy jadi yang termurah diantara yang lain. 

Wednesday, December 2, 2020

my experience in 2020

I decided to write my thoughts and daily activity (again). I miss my old self. Meanwhile my mind's rushing, thinking about making videos, a lot of videos but i do nothing this year with video recording, so i guess i'm better in writing. There's so many things i've done year. 

Experienced working for big company until March

Helped Ayu to finish her papers

Got a new job, so i survived while pandemic

5 phones in 1 year ?

Struggling with 5 smartphones, i tried to buy 2ndhand flagship phones, Google Pixel 2 and Sony XZ. I have new experience playing online games caused of this pandemic. Pixel 2 worked fine, superfine but i got a problem with its battery life. Of course it's secondhand. Same as the Sony XZ, but it worst than Pixel 2. The device was extremely hot and battery drained so fast. So i just use them for 1-2 months. I really love the Pixel 2. I swear. Because it's pure android, it's really me. I'm going to buy it when it come to my priority and i have enough money.

I came back to Balikpapan in the 3rd week in March this year after working at coal site. And after switching my Nokia 5.1 Plus to Pixel 2, i switched again to Redmi Note 8. But before it, i switched to Sony XZ and after i sell it, the sales girl offered me Oppo A12 while i was looking for Redmi Note 8. I just experienced with it for 3 hours maybe, then i returned it to the store and switch it to Redmi Note 8. But i didn't like the thickness of that phone. Guess what ? After a few months i sell it, i bought a new phone with alternative for pure android filter activated. So the only option here with the latest android one phone is Nokia 5.3. 

I love the thickness, i love the feel and experience with Android One. I just love the simplicity and that phone is affordable. The package is quiet complete, yes. I got the original clear case, earphone, the charger and the smartphone itself. Pretty nice package. I don't think Nokia is failed. But i don't know why Indonesian reviewers prefer Oppo than Nokia. Not because i don't like Chinese brand. I love Xiaomi, i use Redmi series since the 1st phone (Redmi 1s) to the 8th. Can be said i am a fangirl. I don't like slow phone compared to its price. By the way, Xiaomi also has an Android One phone. But i think Nokia 5.3 is the latest one.

Purchased my dream pickup dan preamp for my acoustic guitar

Start to record my album

Tuesday, December 1, 2020

Edge of 26

Sleepy
Sleepy
I'm sleepy

I had to go
I had to work
I'm tired

There's no "and"
There's no "but"

Making memories
I write songs
I update my blog
I want to sing my songs

Thinking
Thinking
But no start

When ?
I don't know
I'm not confuse

I don't like self-diagnosis
In fact i'm not depressed

No caffeine please
I had to drink well
I had to eat well

Yeah
I just want to put some words
Not too bad
Not too good

Just cool
It's new

-alfisa.

Sunday, October 25, 2020

NYCOLE (Nany Colección) - Balikpapan

Kali ini aku mau share sekaligus promosi rumah jahit di daerah Manggar (Balikpapan) dan sekitarnya. NYCOLE atau Nany Colección adalah brand independen asal Kalimantan dengan penjahit sekaligus owner Nany Herawati yang berpengalaman lebih dari 20 tahun. Kalian bisa googling untuk melihat alamat atau kontaknya. 

Nycole menyediakan berbagai jenis pakaian terutama pakaian muslim dan muslimah. Diantaranya gamis, bergo, khimar, abaya, dan menerima jasa jahit berbagai jenis pakaian. Tentunya dengan harga yang sangat terjangkau (tergantung tingkat kesulitannya). Nycole juga menyediakan jasa jahit untuk pakaian pria dan pekerjaan sederhana seperti mengecilkan baju, celana dan modifikasi lainnya. Jadi, kami menyediakan pakaian ready stock atau pun pakaian sesuai keinginan/permintaan khusus (special request). Berdasar dari itu pula Nycole memiliki slogan "We Fit for You".

Bagi pelanggan di luar kota, bisa bertransaksi lebih aman melalui Shopee atau Tokopedia. Bagi pelanggan yang tinggal di daerah tengah kota kami menyediakan jasa antar juga atau bisa melalui J&T atau ojek online. Saat ini kami hanya membuka toko online saja, tapi jika ingin berkunjung bisa langsung ke rumah jahit kami, dan tidak kemungkinan kami akan segera membuka toko offline.

Ditunggu kehadiran dan pesanannya. Terima kasih.